Home
Login.
Artikelilmiahs
28962
Update
NURUL SYARIFAH
NIM
Judul Artikel
ROMLAH: ANTARA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN STUDI ‘LIFE STORY’ TENTANG ROMLAH, WARIA YANG BEKERJA SEBAGAI PSK DI BATURADEN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini antara lain bertujuan sebagai berikut: Pertama, mengungkap dan mendeskripsikan life story Romlah, waria yang bekerja sebagai PSK di Baturraden. Kedua, mengungkap persepsi diri Romlah sebagai waria dalam kehidupan sehari-hari. mengungkap upaya Romlah sebagai waria untuk menempatkan dirinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptiif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, dokumentasi, observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menjadi seorang waria bagi diri Romlah merupakan pengakuan bahwa dia bukanlah dirinya seutuhnya. Selama ketenangan atau kenyamanannya tidak terganggu dan tidak ada yang mengusiknya maka Romlah akan tetap berada di zona nyamannya sebagai PSK waria, dia akan terus seperti itu selama kebutuhannya terpenuhi baik kebutuhan seks dan kebutuhan ekonominya. Dengan terbentuknya persepsi juga tidak terlepas dari pengalaman serta life story diri Romlah. Di sisi yang lain, persepsi Romlah terhadap segala sesuatu yang ada disekitarnya menjadi dasar baginya dalam melakukan tindakan terhadap segala sesuatu untuk menempatkan dirinya dalam kehidupan sehari-hari. Romlah hanya ingin tidak terlihat nakal atau dianggap meresahkan lingkungan masyarakat, bagaimana dia mempersepsikan diri baik di salon/rumah dan di Baturaden sangatlah berbeda, jika Romlah sudah berada di luar salon/rumah akan berbeda, dia merasa bebas tanpa ada batasan atau hal yang memiliki batas. Dia merasa nyaman dengan apa yang dia lakukan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aims as follows: First, reveal and describe the life story of Romlah, transvestites who work as prostitutes in Baturaden. Second, reveal Romlah’s self perception as transsexuals in daily life, revealed Romlah’s efforts as a transsexual to position herself. The study uses descriptive qualitative methods with data collection techniques using in-depth interviews, documentation, observation. The results showed that being a transvestite for Romlah was an acknowledgment that he was not fully himself. As long as his calm or comfort is not disturbed and no one is bothering him then Romlah will remain in his comfort zone as a transvestite prostitute, he will continue that way as long as his needs are met both sex needs and economic needs. With the formation of perception is also inseparable from the experience and life story of Romlah. On the other hand, Romlah’s perception of everything around him becomes the basis for him to take action on everything to place himself in everyday life. Romlah just wanted to not be seen as naughty or be seen as disturbing the public environment, how he perceives himself both in the salon/hous and in Baturaden is very different, if Romlah is outside the salon/hous it will be defferent, he feels free without any restrictions. He feels comfortable with what he is doing.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save