Home
Login.
Artikelilmiahs
28945
Update
ANDREAS VIGO ARJANGGI
NIM
Judul Artikel
ESTIMASI STOK KARBON PADA CAGAR ALAM BANTARBOLANG PEMALANG JAWA TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Total jumlah materi hidup pada suatu pohon disebut biomassa yang diantaranya terdiri atas senyawa karbon dan merupakan hasil penyerapan karbon dari atmosfer melalui proses fotosintesis. Senyawa karbon yang ada di atmosfer diserap dan dimetabolisme. Hasil metabolismenya disimpan dalam biomassa pohon. Pepohonan yang dapat diandalkan sebagai penyimpan karbon salah satunya adalah yang ada di Cagar Alam yang merupakan kawasan suaka alam dengan keadaan alamnya yang mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya yang perlu dilindungi karena banyak menyimpan karbon. Bantarbolang salah satu cagar alam yang mempunyai struktur dan komposisi vegetasi yang kompleks, sehingga memiliki potensi karbon tersimpan yang relatif banyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui spesies pohon dengan kandungan karbon tersimpan paling tinggi dan untuk mengestimasi jumlah karbon yang tersimpan di Cagar Alam Bantarbolang, Pemalang, Jawa tengah. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei pada Cagar Alam Bantarbolang. Cagar ini dibuat tiga stasiun penelitian dan setiap stasiun penelitian dibuat lima petak kuadrat berukuran 20 m x 20 m yang diletakkan secara selang-seling di sepanjang transek pada stasiun tersebut. Pada setiap kuadrat tersebut, jumlah jenis pohon, jumlah individu setiap jenis pohon, dan diukur diameter batang pohon setiap individunya dihitung. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian mendapatkan 10 spesies pohon penyusun vegetasi Cagar Alam Bantarbolang yaitu Tectona grandis, Gluta renghas, Cinnamomum sintoc, Streblus asper, Carpinus caroliniana, Amoora aphanamixis, Syzygium cumini, Ficus variegata, Mangifera sp., dan Senna siamea. Cadangan karbon per pohon paling tinggi adalah Tectona grandis sebesar 220,79 ton/ha, sedangkan yang paling rendah adalah Ficus variegata sebesar 0,07 ton/ha. Cagar Alam Bantarbolang secara keseluruhan dengan luas 25 ha memiliki cadangan karbon sebesar 5965,25 ton karbon.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The total amount of living matter in a tree is called biomass which includes carbon compounds and the result of carbon sequestration from the atmosphere through the process of photosynthesis. Carbon compounds in the atmosphere are absorbed and metabolized. The results of its metabolism are stored in tree biomass. One of the trees that can be relied upon for storing carbon is the one in the Nature Reserve which is a nature reserve area with a natural condition that has a unique plant, animal, and ecosystem that needs to be protected because it stores a lot of carbon. Bantarbolang is one of the nature reserves that has a complex structure and composition of vegetation, so as to produce a lot of stored carbon. The purpose of this study is to determine the amount of carbon stored in the Bantarbolang Nature Reserve. The study was conducted using survey methods. Bantarbolang Nature Reserve was chosen by 3 research stations. Each station has 5 m2 of size 20 m x 20 m which are placed alternately along the transect. Each square is calculated by the number of trees of each type. The parameter measured is the rod diameter. Data collected were analyzed using descriptive analysis. The results of this study were 10 species of trees making up the environment Bantarbolang Nature Reserve, namely Tectona grandis, Gluta renghas, Cinnamomum sintoc, Streblus asper, Carpinus caroliniana, Amoora aphanamixis, Syzygium cumini, Ficus variegata, Mangifera sp., and Senna siamea. The highest carbon stock per tree was Tectona grandis of 220.79 tons/ha. The total capability of the Bantarbolang Nature Reserve to contribute carbon with an area of 25 ha was 5965.25 tonC.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save