Home
Login.
Artikelilmiahs
28851
Update
MIFTAH NUR AFFIAH
NIM
Judul Artikel
PEMBINAAN NARAPIDANA PEREMPUAN PELAKU TINDAK PIDANA KORUPSI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS IIA BANDUNG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tindak pidana korupsi merupakan patologi social (penyakit sosial) yang sangat berbahaya mengancam semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Adanya penegakan emansipasi membuat perempuan dapat ikut berperan aktif dalam berbagai bidang termasuk dalam birokrasi pemerintahan namun tidak sedikit juga dari mereka yang akhirnya menjadi pelaku atau memainkan peran utama dalam ragam praktik tindak pidana korupsi. Salah satu upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi yakni dengan melakukan pembinaan terhadap para pelaku tindak pidana korupsi, termasuk narapidana perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembinaan dan faktor penghambat pelaksanaan pembinaan narapidana perempuan pelaku tindak pidana korupsi di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Bandung. Metode yang digunakan adalah yuridis sosiologis (social legal approach) dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer yang diperolah langsung dari narasumber dan data sekunder yaitu studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan di LAPAS Perempuan Kelas IIA Bandung terhadap narapidana perempuan tindak pidana korupsi disamakan dengan narapidana tindak pidana lainnya, baik pembinaan kepribadian maupun pembinaan kemandirian, sehingga pembinaan tidak berjalan dengan optimal. Adapun faktor penghambat dari aspek komponen struktur hukum yaitu tidak adanya dokter spesialis penyakit khusus, tidak adanya Psikolog atau Psikiater, tidak adanya tempat untuk beribadah, terjadinya over population dan tidak adanya pelatihan atau pembekalan terhadap petugas lapas yang melaksanakan pembinaan terkait bidang tertentu. Aspek komponen substansi hukum, yakni tidak adanya peraturan yang mengatur mengenai pembinaan khusus terhadap narapidana pelaku tindak pidana korupsi, sedangkan dari aspek komponen budaya yakni adanya pola perilaku narapidana perempuan tindak pidana korupsi yang cenderung menolak pembinaan terhadapnya dan adanya labeling negative dari masyarakat terhadap narapidana perempuan tindak pidana korupsi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Corruption is a social pathology (social disease) that is very dangerous to threaten all aspects of social, national, and state life. Enforcement of emancipation enables women to play an active role in various fields including the government bureaucracy, but not a few of them will eventually become actors or play a major role in a variety of corrupt practices. One of the efforts that must be done by the government in preventing and eradicating corruption is to provide guidance to perpetrators of corruption, including female prisoners. This study aims to determine the implementation of coaching and inhibiting factors for the implementation of fostering female convicts of corruption in Class IIA Bandung Women's Penitentiary. The method used is a sociological juridical (social legal approach) with descriptive research specifications. Types and sources of data used are primary data obtained directly from sources and secondary data, namely literature study. Based on the results of the study showed that coaching in Class IIA Women's Prison in Bandung against female convicts of criminal acts of corruption is equated with other criminal convicts, both personality development and independence fostering so that coaching does not run optimally. The inhibiting factors from the component aspects of the legal structure are the absence of special disease specialists, the absence of a Psychologist or Psychiatrist, the absence of a place to worship, the occurrence of overpopulation and the absence of training or provisioning for prison officers who carry out coaching related to certain fields. The component aspect of legal substance, namely the absence of regulations governing specific guidance for convicted perpetrators of criminal acts of corruption, while from the aspect of cultural components namely the existence of patterns of behavior of female convicts of criminal acts of corruption that tend to reject coaching against them and the existence of negative labeling from the community towards female prisoners of acts criminal corruption.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save