Home
Login.
Artikelilmiahs
28687
Update
MUSTIKA FAURISA
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Pemberian Asam Humat Terhadap Pertumbuhan dan Kandungan Polifenol Tapak Dara (Catharanthus roseus L.) Varietas Albus
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tapak dara (Catharanthus roseus L.) varietas albus adalah salah satu tanaman obat yang dapat mencegah penyakit. Potensi tersebut berasal dari kandungan metabolit sekunder tanaman tersebut. Salah satu bahan organik yang dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kandungan metabolit sekunder adalah asam humat. Asam humat merupakan zat organic yang memiliki struktur molekul kompleks yang berasal dari hasil dekomposisi tanaman dan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asam humat terhadap pertumbuhan dan kandungan polifenol tanaman tapak dara serta menentukan konsentrasi asam humat yang optimum berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kandungan polifenol tanaman tapak dara. Penelitian dilaksanakan di Green House Fakultas Biologi dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman pada bulan November 2019 – Maret 2020. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu kontrol (0 g/kg), 2 g/kg, 4 g/kg dan 6 g/kg asam humat pada media tanah. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapat 12 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan dan kandungan polifenol dengan parameter bobot basah, bobot kering, luas daun dan kandunga polifenol. Data dianalisis dengan ANOVA dan jika berbeda nyata dilakukan uji lanjut Duncan pada α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam humat mampu meningkatkan pertumbuhan dan kandungan polifenol tanaman tapak dara serta konsentrasi optimum asam humat dalam dalam meningkatkan pertumbuhan dan kandungan polifenol adalah 4 g/kg.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Madagascar periwinkle (Catharanthus roseus L.) albus variety is one of the medicinal plants that can prevent disease. The potential comes from the plant's secondary metabolite content. One organic material that can be used to increase growth and secondary metabolism is humic acid. Humic acid is an organic substance that has a complex molecular structure derived from the decomposition of plants and animals. This research studies the effect of humic acid on the growth and content of polyphenols of madagascar periwinkle and determines the optimal concentration of humic acid on growth and content of polyphenols of madagascar periwinkle. The research was conducted at the Green House of the Faculty of Biology and Plant Physiology Laboratory of the Faculty of Biology of Jenderal Soedirman University in November 2019 - March 2020. This research was compiled using a Completely Randomized Design with 4 control function settings (0 g / kg), 2 g / kg, 4 g / kg, and 6 g / kg humic acid in soil media. Each solution was repeated 3 times, obtained 12 trial units. The variables rotated are growth and content of polyphenols with parameters of wet weight, dry weight, leaf area, and polyphenol content. Data were analyzed by ANOVA and if significantly different, Duncan's further test was performed at α = 5%. The results showed that humic acid can increase the growth and content of polyphenols and optimal humic acid concentration in increasing growth and polyphenol content is 4 g / kg.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save