Home
Login.
Artikelilmiahs
28585
Update
A. DIMAS CAHYANING FURQON
NIM
Judul Artikel
DIVERSITAS DAN FILOGENETIK TERIPANG (Echinodermata: Holothuroidea) DI PULAU MATAKUS DAN SELARU KEPULAUAN TANIMBAR MALUKU
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Maluku merupakan salah satu produsen utama teripang di Indonesia, tetapi sumber dayanya telah menurun dengan signifikan sebagai konsekuensi dari peningkatan permintaan pasar dan manajemen penangkapan teripang yang masih lemah. Indentifikasi yang akurat sangat penting untuk mengetahui diversitas spesies dalam suatu komunitas guna merumuskan langkah konservasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies teripang menggunakan teknik DNA barcoding di Pulau Matakus dan Selaru Kepulauan Tanimbar Maluku dan merekonstruksi hubungan filogenetik berdasarkan karakter urutan basa nukleotida gen cytochrome c oxidase subunit I (COI). Barcoding dilakukan dengan membandingkan urutan basa nukelotida masing-masing sampel dengan urutan basa nukelotida yang sebelumnya telah dipublikasi di bank data (BOLD dan GenBank). Rekonstruksi pohon filogenetik dilakukan menggunakan metode maximum parsimony (MP), maximum likelihood (ML) pada software MEGA 6, bayesian inference (BI) pada software MrBayes 3.2, dan metode jarak neighbor-joining (NJ) pada software PAUP* 4. Identifikasi awal di lapangan diperoleh 17 spesies teripang dari Pulau Matakus dan Selaru Kepulauan Tanimbar yang terbagi ke dalam 4 genus, yaitu Actinopyga, Bohadschia, Holothuria, dan Stichopus. Spesies teripang yang berhasil diidentifikasi melalui teknik DNA barcoding adalah A. lecanora, A. miliaris, B. marmorata, B. vitiensis, H. atra, H. coluber, H. fuscocinerea, S. ocellatus, dan S. vastus. Semua pohon filogenetik mendukung bahwa Actinopyga, Bohadschia, dan Stichopus merupakan genus monofiletik. MP, ML, dan BI menunjukkan bahwa Holothuria adalah genus monofiletik, akan tetapi pada pohon NJ Holothuria merupakan genus polifiletik. Semua pohon filogenetik mendukung bahwa Actinopyga adalah basal group dari genus teripang lainnya dan Holothuriidae adalah familia parafiletik dengan tidak mengikutsertakan genus Stichopus.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Maluku is the main producer of trepang in Indonesia, but the resource has been declining significantly as a consequence of increased the market demand and the weak of regulation. Accurate identification is essential for estimating species diversity in a community in order to formulate its conservation measures. The aims of the study are to identify trepang species using DNA barcoding techniques in the Matakus and Selaru Islands Tanimbar Maluku and reconstruct phylogenetic based on cytochrome c oxidase subunit I (COI) gene sequences. Initial identification in the field used external morphological characters. Barcoding was based on sequences similarity to conspecific sequence available in BOLD and identity to conspecific sequence available gene bank with BLAST. Phylogenetic reconstruction was performed using the maximum parsimony (MP), maximum likelihood (ML) in MEGA 6 software, bayesian inference (BI) in MrBayes 3.2 software, and distance-method by neighbor-joining (NJ) in PAUP*4 software. Initial identification found 17 species of trepang which are divided into 4 genus: Actinopyga, Bohadschia, Holothuria, and Stichopus. Trepang species identified through barcoding include A. lecanora, A. miliaris, B. marmorata, B. vitiensis, H. atra, H. coluber, H. fuscocinerea, S. ocellatus, and S. vastus. All phylogenetic trees support that Actinopyga, Bohadschia, and Stichopus are monophyletic genus. MP, ML, and BI shows that Holothuria is a monophyletic genera, but in the NJ tree Holothuria is a polyphyletic genus. All phylogenetic trees also support that Actinopyga is the basal group of the other genus of trepang and Holothuriidae is a parafiletic family by excluding the genus Stichopus.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save