Home
Login.
Artikelilmiahs
28441
Update
YULIAN AMMAS
NIM
Judul Artikel
Ekonomi Politik Dalam Pengembangan Pasar Sokaraja (Peran Disperindag Kabupaten Banyumas Untuk Meningkatkan Daya Saing Dengan Pasar Modern Di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai bagaimana ekonomi politik dalam pengembangan pasar Sokaraja tentang dinamika hubungan dan siapa saja yang diuntungkan dan dirugikan. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai perspektif developmentalisme dan paradigm non positivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa ekonomi politik yang terjadi dalam pengembangan pasar Sokaraja terdapat dinamika hubungan antara Disperindag Kabupaten Banyumas dengan pedagang pasar Sokaraja diantaranya adalah sosialisasi awal sebelum pasar dibangun, penataan los pedagang saat pembangunan berlangsung, penataan los pedagang saat setelah dibangun, konflik antar los pedagang, dan bagaimana penentuan posisi los pedagang. Proses dinamika tersebut terjadi saat dimulainya revitalisasi sampai dengan tahap pengembangan sampai sekarang. Selain dinamika hubungan antara Disperindag Kabupaten Banyumas dengan pedagang pasar Sokaraja, hasil penelitian ini juga terdapat siapa yang diuntungkan dan dirugikan dalam pengembangan pasar Sokaraja. Pihak yang diuntungkan dalam pengembangan pasar Sokaraja diantaranya adalah Disperindag Kabupaten Banyumas, UPTD Pasar Sokaraja, pengelola parkir, pedagang dengan penempatan los strategis setelah dibangun, dan rentenir atau koperasi simpan pinjam non resmi. Sedangkan pihak yang dirugikan dalam pengembangan pasar Sokaraja diantaranya adalah pedagang yang mendapatkan penempatan los tidak strategis setelah dibangun, pedagang yang tidak memiliki surat penempatan pedagang, dan pedagang bahan makanan pokok.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research-based paper aims at how the political economy in the development of the Sokaraja traditional market is about the dynamics of relationships and who benefits and loses. By using a qualitative method and case study approach in the framework of the a developmentalism perspective and the the non positivism paradigm, the result of the research reveals that political economy that occurred in the development of the Sokaraja traditional market there was a dynamic relationship between the Disperindag of Banyumas Regency and Sokaraja traditional market traders including initial socialization before the traditional market was built, structuring the traders booths during construction, structuring the traders booths after construction, conflicts between the traders booths, and how to determine the position of the stall trader. The dynamics process occurred from the start of revitalization until the development stage until now. In addition to the dynamics of the relationship between the Disperindag of Banyumas Regency and Sokaraja traditional market traders, the results of this study also reveal who benefits and loses in the development of the Sokaraja traditional market. The beneficiaries in the development of the Sokaraja market include the Disperindag Banyumas Regency, the UPTD Pasar Sokaraja, parking managers, traders with strategic booth placement after construction, and non-official savings and loan cooperatives. While the disadvantaged parties in the development of the Sokaraja traditional market include traders who have not been strategically located after they are built, traders who do not have a placement letter for traders, and staple food traders.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save