Home
Login.
Artikelilmiahs
28308
Update
NUR FAIZAH YUNAENI
NIM
Judul Artikel
STUDI KOMPARASI USAHATANI KENTANG SISTEM KONSERVASI DENGAN KONVENSIONAL DAN PERSEPSI PETANI TERHADAP USAHATANI KENTANG SISTEM KONSERVASI DI KABUPATEN BREBES
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kentang merupakan komoditas hortikultura yang potensial untuk dikembangkan diantara banyak pilihan dalam pengembangan agribisnis. Tujuan pengembangan sektor pertanian diarahkan pada peningkatan produksi pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan dan kebutuhan industri dalam negeri, meningkatkan pendapatan petani dan memperluas kesempatan kerja. Usahatani kentang sistem konservasi merupakan salah satu teknologi yang dilakukan untuk mengurangi aliran permukaan dan erosi tanah pada guludan dengan kemiringan 10 persen dan 20 persen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) perbedaan biaya, produktivitas dan pendapatan petani sistem konservasi dan sistem konvensional, 2) efisiensi usahatani kentang sistem konservasi dan sistem konvensional. 3) persepsi petani terhadap sistem konservasi. Penelitian dilaksanakan di Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes pada 25 Agustus sampai 10 September 2018. Metode penelitian yang digunakan yaitu survei. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara menggunakan kuesioner. Penentuan responden untuk usahatani kentang sistem konvensional menggunakan purposive sampling dengan jumlah 30 orang sedangkan untuk sistem konservasi menggunakan 2 demplot percontohan dengan luas masing-masing 3000 m2. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, pendapatan, produktivitas, uji t dan analisis deskriptif dengan bantuan alat ukur Skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan biaya, produktivitas, dan pendapatan pada usahatani kentang sistem konservasi dan sistem konvensional. Usahatani kentang sistem konservasi lebih efisien daripada sistem konvensional walaupun sama-sama layak untuk diusahakan. Petani menerima usahatani kentang sistem konservasi karena dapat meningkatkan pendapatan, mencegah erosi tanah, meningkatkan keterampilan serta meningkatkan mutu hasil panen.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Potatoes are a potential horticultural commodity to be developed among many choices in agribusiness development. The aim of developing the agricultural sector is directed at increasing agricultural production to meet food and domestic industry needs, increasing farmers' incomes and expanding employment opportunities. Potato farming system conservation is one of the technologies carried out to reduce surface runoff and soil erosion in the mounds with a slope of 10 percent and 20 percent. This study aims to determine 1) the differences in costs, productivity and income of farmers in conservation systems and conventional systems, 2) efficiency of potato farming in conservation systems and conventional systems. 3) farmers' perceptions of the conservation system. The study was conducted in Pandansari Village, Paguyangan District, Brebes Regency on August 25 to September 10, 2018. The research method used was a survey. Data is collected by observation and interview using a questionnaire. Determination of respondents for the conventional system of potato farming using purposive sampling with a number of 30 people while for the conservation system using 2 demonstration plots with an area of 3000 m2 each. Analysis of the data used is the analysis of costs, revenues, productivity, t test and descriptive analysis with the help of a Likert Scale measurement tool. The results showed there were differences in costs, productivity, and income in the conservation of potato farming systems and conventional systems. Potato farming conservation systems are more efficient than conventional systems although they are equally worth the effort. Farmers accept potato farming as a conservation system because it can increase income, prevent soil erosion, improve skills and improve crop quality.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save