Home
Login.
Artikelilmiahs
28292
Update
ALVI SARI AGITA
NIM
Judul Artikel
CAPABILITY OF HYDROCARBONOCLASTIC BACTERIA ISOLATED FROM PETROLEUM CONTAMINATED SOIL IN DEGRADING PARAFFIN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Banyaknya kegiatan pengeboran dan pengolahan minyak karena besarnya kebutuhan penggunaan minyak bumi sebagai bahan bakar berkontribusi pada produksi limbah di lingkungan. Limbah umumnya berupa lumpur minyak mentah yang mengandung senyawa hidrokarbon yang dikenal beracun dan karsinogenik. Biaya tinggi yang umum dalam perlakuan fisik dan kimia limbah tampak tidak efisien karena masih melepaskan residu ke lingkungan. Salah satu upaya yang efisien biaya dan ramah lingkungan yang diperlukan adalah dengan bioremediasi. Bioremediasi lumpur minyak melibatkan aksi agen biologis seperti bakteri. Bakteri yang mampu mendegradasi senyawa hidrokarbon menjadi senyawa yang kurang toksik dalam biotransformasi disebut Bakteri Hidrokarbonoklastik. Penelitian ini termasuk isolasi, penyaringan, identifikasi, dan aplikasi isolat untuk meremediasi lumpur minyak mentah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bakteri hidrokarbonoklastik potensial yang diisolasi dari lumpur minyak mentah di area tanah yang terkontaminasi minyak bumi, untuk mengetahui kemampuan bakteri hidrokarbonoklastik dalam menurunkan kadar parafin dan untuk mengetahui identitas bakteri tersebut. Sampel tanah diambil dari area konsesi pertambangan minyak yang disebut Lapangan Produksi Minyak Zamrud BOB. PT. Bumi Siak Pusako-Pertamina Huluin Dayun, Kabupaten Siak, Riau. Metode eksperimen adalah Rancangan Acak Lengkap. Perlakuannya adalah isolat bakteri potensial. Parameter utamanya adalah kandungan TPH. Data direpresentasikan sebagai jumlah persentase minyak bumi terdegradasi dan dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA). Identifikasi bakteri potensial dirujuk ke Bergey's Manual of Systematic Bacteriology. Hasilnya diperoleh empat isolat potensial yang mampu mendegradasi parafin yang dikodekan sebagai ASI5, BSI3P, BSI3 dan BSI5. Isolate ASI5 menunjukkan kemampuan degradasi tertinggi dalam degradasi yaitu 81,84% TPH, diikuti oleh BSI3P, BSI3 dan BSI5 dengan persentase TPH terdegradasi masing-masing sebesar 78,16%, 55,68%, dan 47,98%. Semua isolat diidentifikasi sebagai anggota genus Geobacillus.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The rise of oil drilling and processing activities due to the large need of petroleum usage as fuel contributes to the production of waste in the environment. The waste is commonly in the form of crude oil sludge containing hydrocarbon compounds which are known to be toxic and carcinogenic. The common high cost in physical and chemical treatments seemed to be inefficient since they still release residues to the environments. One of cost efficient and eco- friendly effort needed is by bioremediation. Bioremediation of crude oil sludge containing hydrocarbons involves the action of biological agents such as bacteria. Bacteria capable of degrading the hydrocarbon compounds into less toxic compounds in biotransformation are called Hydrocarbonoclastic Bacteria. The research included isolation, screening, identification, and application of the isolates to remedy crude oil sludge. This research was aimed to obtain the potential hydrocarbonoclastic bacteria isolated from crude oil sludge in the area of petroleum-contaminated soil, to know the capability of hydrocarbonoclastic bacteria in degrading paraffin and to know the identity of the bacteria. Soil samples were taken from the oil mining concession area which called Zamrud Petroleum Production Field of BOB. PT. Bumi Siak Pusako-Pertamina Huluin Dayun, Siak Regency, Riau. The experiment method was Completely Randomized Design. The treatment was potential bacterial isolates. The main parameter was TPH content. The data was represented as the number of degraded petroleum percentage and analyzed by using Analysis of Variance (ANOVA). The identification of potential bacteria was referred to Bergey’s Manual of Systematic Bacteriology. The results obtained four potential isolates capable of degrading paraffin coded as ASI5, BSI3P, BSI3 and BSI5. Isolate ASI5 showed the highest degradation capability in degrading as amount of 81.84% TPH, followed by BSI3P, BSI3 and BSI5 with percentage of degraded TPH as amount of 78.16%, 55.68%, and 47.98%, respectively. All of the isolates were identified as members of the genus Geobacillus.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save