Home
Login.
Artikelilmiahs
28078
Update
AGUNG DWIYANA
NIM
Judul Artikel
PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN BCS (BODY CONDITION SCORE) SAPI MADURA YANG DISUPLEMENTASI TEPUNG BAWANG PUTIH, Cr Organik, DAN Zn-Lisinat DALAM PAKAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Suatu penelitian yang bertujuan untuk mengkaji pengaruh suplementasi tepung bawang putih, Cr Organik, dan Zn-Lisinat terhadap pertambahan bobot badan dan BCS pada sapi Madura dalam pakannya. Penelitian dilaksanakan pada 28 April 2019 sampai dengan 22 September 2019 di Kandang Dawuhan Multifarm, Kedungbanteng, Banyumas dan Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen secara in vivo dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan terdiri atas R0 : kontrol (pakan basal) ; R1 : pakan basal + 250 ppm tepung bawang putih ; R2 : pakan basal + 250 ppm tepung bawang putih + 40 ppm Zn-Lisinat + 0,75 ppm Cr Organik. Peubah yang diukur pertambahan bobot badan harian dan Body Condition Score (BCS). Rataan pertambahan bobot badan sapi Madura dengan perlakuan R0, R1 dan R2 masing-masing diperoleh sebesar 0,67 ± 0,22 kg/ekor/hari ; 1,07 ± 0,17 kg/ekor/hari dan 0,70 ± 0,09 kg/ekor/hari. Rataan Body Condition Score (BCS) perlakuan R0, R1 dan R2 masing-masing 4,67 ± 1,03 ; 5,17 ± 0,41 dan 4,75 ± 0,76 kg/ekor/hari. Suplementasi tepung bawang putih dalam pakan sapi Madura mampu meningkatkan pertambahan bobot badan sebesar 59,75%, namun suplementasi tepung bawang putih, Cr organik dan Zn-lisinat dalam pakan tidak efektif dalam pertambahan bobot badan dan (Body Condition Score) BSC sapi Madura.
Abtrak (Bhs. Inggris)
A study aimed to examine the effect of garlic flour, Organic Cr, and Zn-Lysinate supplementation on body weight gain and BCS in Madura cattle in feed. The study was conducted on April 28, 2019 until September 22, 2019 in the Dawuhan Multifarm Cage, Kedungbanteng, Banyumas and Animal Food Science Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Central Java. The research method used was an in vivo experiment with a Completely Randomized Design (CRD) using 3 treatments and 6 replicaties. The treatment consisted of R0: control (basal feed); R1: basal feed + 250 ppm garlic flour; R2: basal feed + 250 ppm garlic flour + 40 ppm Zn-lysinate + 0.75 ppm Cr Organic. Variables measured were daily body weight gain and Body Condition Score (BCS). The average body weight gain of Madura cattle with treatments R0, R1 and R2 each was obtained at 0.67 ± 0.22 kg / head / day; 1.07 ± 0.17 kg / head / day and 0.70 ± 0.09 kg / head / day. The average Body Condition Score (BCS) for treatments R0, R1 and R2 were 4.67 ± 1.03; 5.17 ± 0.41 and 4.75 ± 0.76 kg / head / day. Garlic flour supplementation in Madura cattle feed can increase body weight by 59.75%, but supplementation of garlic flour, organic Cr and Zn-lysinate in feed is not effective in body weight gain and (Body Condition Score) of Madura cattle BCS.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save