Home
Login.
Artikelilmiahs
28059
Update
DIDIK PRASETYO
NIM
Judul Artikel
Studi Kegagalan Strategi Husein-Sadewo di Empat Kecamatan Pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Banyumas Tahun 2018
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegagalan strategi Husein-Sadewo di empat kecamatan pada pilkada Banyumas tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan pendekatan studi kasus. Penelitian ini juga menggunakan teknik analisis kualitatif deskriptif, dalam model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kegagalan strategi Husein-Sadewo dalam Pilkada Banyumas tahun 2018 yang terjadi di 4 kecamatan yaitu Purwokerto Utara, Purwokerto Barat, Patikraja, dan Rawalo terjadi dikarenakan banyak faktor yaitu isu politik agama, isu kedaerahan, lemahnya koalisi Husein-Sadewo, lemahnya figur Husein-Sadewo di perkotaan, dan juga fokus kampanye tim sukses Husein-Sadewo yang lebih mengarah ke masyarakat pedesaan. Kekalahan di 4 kecamatan ini lebih disebabkan karena faktor jumlah kontestan yang mengikuti pilkada pada tahun 2018. Jumlah kontestan yang hanya dua pasangan calon yaitu Mardjoko-Ifan dan Husein-Sadewo membuat dinamika politik masyarakat Banyumas berbeda dengan pilkada tahun 2013 yang diikuti oleh enam pasangan calon. Kondisi ini membuat perolehan suara pasti sangatlah tipis dikarenakan banyak suara mengambang yang diperebutkan oleh Mardjoko-Ifan dan Husein-Sadewo. Hasil perolehan suara di 4 kecamatan dimana Husein-Sadewo kalah menunjukan bahwa Mardjoko-Ifan berhasil mendapatkan suara mengambang tersebut. Hal ini dapat dilihat dari melonjaknya perolehan suara Mardjoko dari 2013 hingga 2018 di 4 kecamatan tersebut.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to describe the failure of the Husein-Sadewo strategy at four districs in the 2018 Banyumas elections. This study uses a qualitative method with a constructivist paradigm and a case study approach. This study also uses descriptive qualitative analysis techniques, in the interactive analysis model of Miles and Huberman. The results of this study indicate that the failure of the Husein-Sadewo strategy in the 2018 Banyumas regional elections that occurred in 4 districts namely North Purwokerto, West Purwokerto, Patikraja, and Rawalo occurred due to many factors namely religious political issues, regional issues, The weakness of Husein-Sadewo coalition, the weakness of Husein-Sadewo figures in urban areas, and also the focus of the Husein-Sadewo success team campaign which is more directed towards rural communities. The defeat in these 4 districts is due to the fact that the number of contestants taking part in the elections in 2018. The number of contestants with only two candidate pairs, Mardjoko-Ifan and Husein-Sadewo, makes the political dynamics of the Banyumas community different from the 2013 elections which were participated by six candidate pairs. This condition makes the vote acquisition must be very thin due to the many floating voices contested by Mardjoko-Ifan and Husein-Sadewo. Voting results in 4 districts where Husein-Sadewo lost showed that Mardjoko-Ifan managed to get the floating vote. This can be seen from the soaring Mardjoko votes from 2013 to 2018 in the 4 sub-districts.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save