Home
Login.
Artikelilmiahs
27925
Update
THERESA IRINA SUKMA
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN KEBERSIHAN RONGGA MULUT DENGAN KADAR SUPEROXIDE DISMUTASE (SOD) PADA ANAK DAN REMAJA DOWN SYNDROME DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Down syndrome merupakan suatu keterbelakangan perkembangan fisik dan mental yang disebabkan oleh abnormalitas kromosom 21 berakibat stres oksidatif diekspresikan berlebih. Keterbatasan pada anak down syndrome membuat tingkat kebersihan rongga mulut (oral hygiene) yang rendah. Oral hygiene yang buruk memacu untuk adanya inflamasi, dan berakibat tubuh memproses antioksidan endogenus salah satunya superoxide dismutase (SOD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebersihan rongga mulut terhadap kadar SOD pada anak dan remaja down syndrome di Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian berupa observasi analitik dengan desain cross sectional dan menggunakan metode total sampling untuk mendapatkan responden sebanyak 23 down sydnrome (8-22 tahun) yang bersekolah di SLB C dan C1 YAKUT Purwokerto, serta SLB ABCD Kuncup Mas Banyumas. Pengumpulan saliva dilakukan dengan metode spitting sesudah bangun pagi selama 3 menit sebelum sarapan, dan diuji dengan spektrofotometri. Pada hari berikutnya dilakukan pemeriksaan kebersihan rongga mulut dengan metode OHI-S. Data hasil penelitian diuji dengan menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebersihan rongga mulut memiliki hubungan dengan kadar SOD saliva pada anak down syndrome (p<0,05, C=705). Simpulan penelitian ini adalah kebersihan rongga mulut yang buruk pada down syndrome diikuti dengan tingginya kadar superoxide dismutase (SOD).
Abtrak (Bhs. Inggris)
RELATIONSHIP BETWEEN ORAL HYGIENE STATUS AND SUPEROXIDE DISMUTASE (SOD) LEVELS IN CHILDREN AND TEENS DOWN SYNDROME IN BANYUMAS DISTRICT
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save