Home
Login.
Artikelilmiahs
27842
Update
SITTA AYUNINGTYAS PARAMASTRI
NIM
Judul Artikel
UPAYA JARINGAN PESANTREN TAREKAT NU DALAM PEMENANGAN PASANGAN CALON IR. H. M. YAHYA FUAD, S.E. DAN K.H. YAZID MACHFUDZ PADA PILKADA KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2015
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian tersebut mengkaji tentang upaya yang dilakukan oleh jaringan pesantren tarekat NU dalam memenangkan Pasangan Calon Ir. H. M. Yahya Fuad, S.E. dan K.H. Yazid Machfudz pada Pilkada Kabupaten Kebumen tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma konstruktivisme dan pendekatan studi kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan upaya yang dilakukan oleh jaringan pesantren tarekat NU pada Pilkada Kabupaten Kebumen tahun 2015 serta mendeskripsikan afiliasi antara Muhammadiyah dan NU yang terbentuk pada Pilkada Kabupaten Kebumen tahun 2015. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jaringan pesantren tarekat NU sebagai salah satu basis massa yang cukup besar upayanya dalam memenangkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Kebumen. Di balik Pasangan Calon Fuad-Yazid di tahun 2015, terdapat 2 pondok pesantren yang memiliki peran yang cukup besar dalam mengkampanyekan paslon tersebut di antaranya Pondok Pesantren Al-Huda Jetis dan Pondok Pesantren Al-Falah Somalangu. Jaringan yang terbentuk ini kemudian mengkampanyekan paslon Fuad-Yazid dengan cara sosialisasi melalui tarekat yang terdapat di Pondok Pesantren Al-Huda Jetis (Tarekat Naqsyabandiyah Kholidiyah) dan Pondok Pesantren Al-Falah Somalangu (Tarekat Syadziliyah). Selain dari upaya yang dilakukan oleh jaringan tarekat yang ada di kedua pondok pesantren tersebut, upaya lain datang dari Muhammadiyah dan NU yang berafiliasi dan memiliki peran besar bagi pasangan calon Fuad-Yazid. Upaya yang dilakukan oleh Muhammadiyah, yaitu melalui dakwah rutinnya dan merekomendasi partai politik atas kondisi sosial politik masyarakat Kabupaten Kebumen. Sedangkan untuk NU sendiri dilakukan dengan peran dari kiai-kiai NU yang mana berpengaruh besar dalam menyosialisasikan pasangan calon Fuad-Yazid di setiap pengajian dan juga acara-acara keagamaan lainnya. Kedua ormas tersebut juga turut mengarahkan organisasi-organisasi otonomnya guna melakukan sosialisasi secara menyeluruh terhadap anggota-anggota organisasi. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa hal tersebut menjadi sebuah manuver politik yang begitu masif yang dilakukan oleh organisasi massa berbasis agama di Kabupaten Kebumen.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study is about the efforts of pesantren tarekat NU network in winning Ir. H. M. Yahya Fuad, S.E. and K.H. Yazid Machfudz as Regent and Vice Regent Candidates in the Kebumen Regency Local Election on 2015. This study uses qualitative methods with a constructivism paradigm and a case study approach. The purpose of this study is to describe and explains about the efforts made by the NU Islamic Boarding School (pondok pesantren) Tarekat Network in the Kebumen Local Election in 2015 and describing the affiliation between Muhammadiyah and NU that were formed in the Kebumen Local Election in 2015. The results of this study indicates that the NU Islamic Boarding School (pondok pesantren) as one of the appreciable mass bases in its efforts to win the pair of candidates for Regent and Vice Regent in Kebumen Regency. Behind the Fuad-Yazid Candidate Pair in 2015, there were two pondok pesantren which had a significant role in campaigning for the candidate. The two pondok pesantren are Pondok Pesantren Al-Huda Jetis and Pondok Pesantren Al-Falah Somalangu. The formed network then had some efforts to campaign for Fuad-Yazid pairs, it gives socialization through the tarekat in Ponpes Al-Huda Jetis (Tarekat Naqsyabandiyah Kholidiyah) and Ponpes Al-Falah Somalangu (Tarekat Syadziliyah). Apart from the efforts made by the network formed by the two pondok pesantren tarekat above, another efforts came from Muhammadiyah and NU which were afiliated and had a huge role for the candidate. Muhammadiyah with its routine da'wah and giving recommendations to political parties for the social and political conditions of the societies in Kebumen Regency. In addition, the role of the NU kiai greatly influenced the mass on how they put endorsement on Fuad-Yazid candidates in each recitation and also other religious events. Aside from that, these organizations were directing their autonomous organization under them to endorsing the candidate amongst their members. This became a massive political maneuver carried out by religious-based mass organizations in Kebumen Regency.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save