Home
Login.
Artikelilmiahs
27761
Update
NUR LAILI ZUHRIYYAH
NIM
Judul Artikel
Hubungan Karakteristik Pasien Prolanis Diabetes Mellitus Terhadap Kemauan Membayar (Willingness to Pay) Pelayanan Kefarmasian Di Banyumas Wilayah Timur
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tujuan: untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien Prolanis DM dan nilai WTP pelayanan kefarmasian. Metodologi: Desain cross sectional. Sebanyak 90 sampel accidental ditentukan secara proporsional dari 8 puskesmas. Data dianalisis deskriptif lalu di uji korelasi Spearman’s Rank dan Pearson. Hasil: Mayoritas responden adalah perempuan (76,7%), rata-rata usia 60,3 tahun, tidak bekerja (54%), tingkat pendapatan <Rp 1.750.000 (66,7%), tingkat pendidikan rendah (70%) dan jumlah tanggungan keluarga ≤3 (64,4%). Mayoritas bersedia membayar (91,1%) dengan median Rp 20.000 (±Rp 22.500). Hasil menunjukkan karakteristik jenis kelamin (p= 0,002), status pekerjaan (p=0,001), tingkat pendapatan (p= 0,0005), dan tingkat pendidikan (p= 0,0005) berhubungan signifikan dengan nilai WTP. Kesimpulan: Pelayanan kefarmasian yang berbasis Medication Therapy Management (MTM) dapat segera dilaksanakan oleh apoteker di puskesmas dan kegiatan Prolanis.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Purpose: to determine the relationship between Prolanis Diabetes Mellitus patient’s characteristics and willingness to pay for pharmaceutical services. Methodology: Cross sectional design. A total of 90 patients accidentally selected proportionally in 8 community health centers. Data were analyzed description and correlation test used Spearman's Rank and Pearson. Result: The majority of respondents were women (76.7%), an average age of 60.3 years, did not work (54%), income level <Rp1,750,000 (66.7%), education level; low (70%) and number of family dependents ≤3 (64.4%). The majority were willing to pay (91.1%) with an median of Rp 20.000 (±Rp 22.500). The results of the analysis showed the characteristics of gender (p = 0.002), employment status (p = 0.001), income level (p = 0.0005), and education level (p = 0.0005) significantly related to WTP value. Conclusion: Pharmaceutical services based on Medication Therapy Management (MTM) can be immediately carried out by pharmacists in primary health services and Prolanis activities.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save