Home
Login.
Artikelilmiahs
27750
Update
TRI HANDAYANI
NIM
Judul Artikel
SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI BONGGOL PISANG KEPOK (Musa acuminata x Musa balbisiana) DAN AKTIVITASNYA TERHADAP Shigella dysenteriae
Abstrak (Bhs. Indonesia)
SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI BONGGOL PISANG KEPOK (Musa acuminata x Musa balbisiana) DAN AKTIVITASNYA TERHADAP Shigella dysenteriae Tri Handayani, Sunarto, Warsinah Latar Belakang: Disentri merupakan salah satu jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri S.dysenteriae. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bonggol pisang kepok (M. acuminata x M. balbisiana) memiliki efek sebagai antidiare. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas penghambatan terhadap S.dysenteria, kandungan fitokimia, dan senyawa poten antibakteri lainnya dari GC-MS. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang meliputi uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi 1%, 0,5%, 0,25%, 0,125%, kontrol negatif (DMSO 1%), kontrol positif (ciprofloxacin 5µg/disc) dianalisis dengan ANOVA dilanjut dengan Tukey HSD. Skrining fitokimia dan GC-MS dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan terpenoid dengan aktivitas antibakteri pada konsentrasi 1% dan 0,5%. Fraksi etil asetat mengandung alkaloid, flavonoid, saponin dan tanin dengan aktivitas antibakteri pada konsentrasi 1%. Fraksi n-heksan mengandung terpenoid. Fraksi air mengandung flavonoid, saponin dan tanin. Berdasarkan profil GC-MS pada ekstrak etanol dan fraksi etil asetat bonggol pisang kepok yang berpotensi sebagai antibakteri adalah asam heksadekanoat etil ester. Kesimpulan: Ekstrak etanol memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 1% dan 0,5%. Fraksi etil asetat memiliki aktivitas antibakteri pada konsentrasi 1%. Ekstrak etanol dan fraksi bonggol pisang kepok mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan terpenoid. Berdasarkan profil GC-MS pada ekstrak etanol dan fraksi bonggol pisang kepok yang berpotensi sebagai antibakteri adalah asam heksadekanoat etil ester.
Abtrak (Bhs. Inggris)
PYHTOCHEMICAL SCREENING ETANOL EXTRACT AND KEPOK BANANA CORM (Musa acuminata x Musa balbisiana) FRACTION AND ACTIVITY AGAINST Shigella dysenteriae Tri Handayani, Sunarto, Warsinah Background: Dysentry is the one of the infectious disease by S. dysenteriae. Several studies have shown that kepok banana corm (M. acuminata x M. balbisiana) has antidiarrheal effects. This study aims to see the inhibitory activity of S.dysenteria, phytochemical analysis, and other potential antibacterial compounds from GC-MS. Methods: This research is an experimental study which includes antibacterial activity test using the disk diffusion method at concentration 1%, 0.5%, 0.25%, 0.125%, negative control (DMSO 1%), positive control (ciprofloxacin 5µg / disc) that analyzed with ANOVA continued with Tukey HSD. Phytochemical screening and GC-MS were analyzed descriptively. Results: The results showed that ethanol extract contained alkaloids, flavonoids, saponins, tannins and terpenoids with antibacterial activity at concentrations of 1% and 0.5%. Ethyl acetate fraction contains alkaloids, flavonoids, saponins and tannins with antibacterial activity at a concentration of 1%. Water fraction contains flavonoids, saponins and tannins, n-hexane fraction contains terpenoids. Based on the GC-MS profile in ethanol extract and fraction kepok banana corm contained hexadecanoic acid, ethyl ester which has the potential as an antibacterial. Conclusion: Ethanol extract had antibacterial activity at concentrations of 1% and 0.5%. Ethyl acetate fraction had antibacterial activity at concentration of 1%. Ethanol extract and fraction kepok banana corm contained alkaloids, flavonoids, saponins, tannins and terpenoids. GC-MS profile in ethanol extract and fraction kepok banana corm contained hexadecanoic acid ethyl ester which had a potential antibacterial activity
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save