Home
Login.
Artikelilmiahs
27718
Update
ZULFA ZAHRA SALSABILA
NIM
Judul Artikel
DETEKSI Plasmoudium knowlesi PADA MANUSIA DI KECAMATAN MUARA KOMAM KALIMANTAN TIMUR
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Plasmodium yang menyebabkan malaria pada manusia ada lima spesies; P. falciparum, P. vivax, P. malariae, P. ovale dan P. knowlesi. Inang alami dari Plasmodium knowlesi adalah kera ekor panjang (Macaca fascicularis). Pemeriksaan molekuler nested PCR merupakan pemeriksaan yang paling sensitif dan spesifik untuk identifikasi P. knowlesi. Tujuan penelitian ini untuk mendeteksi P. knowlesi pada manusia dengaan pemeriksaan RDT, mikroskopis, dan nested PCR. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dengan subyek penelitian pasien terduga terinfeksi malaria yang melakukan pemeriksaan malaria di Puskesmas Muara Komam dengan jumlah 123 pasien. Pemeriksaan mikroskopis dan pemeriksaan RDT dilakukan di Puskesmas Muara Komam, sedangkan untuk identifikasi P. knowlesi dengan metode nested PCR dilakukan di Laboratorium Biologi Molekuler Eijkman Jakarta. Hasil pemeriksaan P. knowlesi tidak ditemukan dengan pemeriksaan RDT maupun mikroskopis. Namun sebanyak 16 dari 123 (13%) sampel positif malaria P. falciparum dan P. vivax dengan dan 10 dari 123 (8,1%) sampel positif malaria P. falciparum dan P. vivax secara mikroskopis. Pemeriksaan nested PCR yang menargetkan gen ssu rRNA mengidentifikasi sebesar 6 dari 123 (4,87%) sampel positif P. knowlesi. Penelitian ini memberikan bukti tentang adanya penyebaran infeksi P. knowlesi pada manusia di Muara Komam, Kalimantan Timur.
Abtrak (Bhs. Inggris)
There are five species of Plasmodium that cause malaria in humans; P. falciparum, P. vivax, P. malariae, P. ovale and P. knowlesi. The natural host of Plasmodium knowlesi is a long-tailed macaque (Macaca fascicularis). Nested PCR assays is the most sensitive and specific test to identify P. knowlesi. The present study aimed detect P. knowlesi in humans by RDT, microscopy and nested PCR assays. This study was a descriptive study with a cross-sectional approach and research subjects were malaria suspected patients at the Muara Komam Health Center with a total of sample 123 patients. Microscopy and RDT were done at the Muara Komam Health Center, whereas identification of P. knowlesi used nested PCR assays worked at the Eijkman Molecular Biology Laboratory in Jakarta. A total of 123 samples were negative for P. knowlesi by microscopy and RTDs. However, 16 of 123 (13%) samples were positive of P. falciparum and P. vivax by RDT and 10 of 123 (8.1%) samples were positive of P. falciparum and P. vivax by microscopy. Six of 123 (4.87%) samples were positive P. knowlesi by nested PCR by targeting ssu rRNA gene. This study provides evidence of the spread of P. knowlesi infection in humans in Muara Komam, East Kalimantan.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save