Home
Login.
Artikelilmiahs
27681
Update
FITRIA DWI CIPTANINGRUM
NIM
Judul Artikel
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Bonggol, Batang dan Pelepah Pisang Mauli (Musa acuminata Colla.) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar belakang: Ekstrak etanolik batang dan daun pisang mauli (Musa acuminata Colla.) telah terbukti sebagai antibakteri pada luka bakar. Batang dan daun pisang mauli (M. acuminata Colla.) dilaporkan mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin yang berperah sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol bonggol, batang dan pelepah pisang mauli terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metodologi: Penelitian eksperimental laboratorium dianalisis secara kualitatif. Uji skrining fitokimia dilakukan dengan metode tabung (uji Harborne) untuk mengetahui keberadaan senyawa flavonoid, tanin, dan saponin. Penelitian ini menggunakan bonggol, batang dan pelepah pisang mauli untuk mengetahui potensi antibakteri dengan adanya nilai KHM dan KBM. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode dilusi padat dengan kontrol negatif DMSO 10%. Nilai KHM dan KBM dilihat dari jumlah koloni yang tumbuh pada media agar. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol bonggol, batang dan pelepah pisang mauli mengandung senyawa saponin, flavonoid dan tanin. Konsentrasi KHM bonggol, batang dan pelepah pisang sebesar 14%, 22,5% dan 20% dan konsentrasi KBM bonggol, batang dan pelepah pisang mauli sebesar 18%, 45% dan 28%. Kesimpulan: Ekstrak bonggol, batang dan pelepah pisang mauli berpotensi sebagai antibakteri. Bonggol pisang mauli memiliki akktivitas antibakteri paling baik dibandingkan dengan batang dan pelepah pisang mauli. Kata kunci: M. acuminata Colla., KHM, KBM, S. aureus
Abtrak (Bhs. Inggris)
Objective: To determine and compare the antibacterial activity of ethanolic extracts of corms, pseudostems and petioles of Pisang Raja against S.aureus Methodology: This research was an experimental laboratory study. Antibacterial activity of extracts obtained was evaluated with solid dilution method against S.aureus to determine Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bakterisidal Concentration (MBC). Results: The results showed that the ethanol extracts of tubers, stems, and midribs of bananas contained the composition of saponins, flavonoids, and tannins. The MIC concentration of banana weevil, banana stems and stem is 14%, 22.5% and 20% and KBM concentrations of the banana weevil, stem and midrib of 18%, 45%, and 28%. Conclusion: The ethanolic extracts of corms showed the best activity in inhibiting the growth of S. aureus compared to stem and petioles extracts.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save