Home
Login.
Artikelilmiahs
27668
Update
RAI ALVIN FAZRIAN
NIM
Judul Artikel
OPTIMALISASI Lepiota sp. DARI KEBUN RAYA BATURRADEN UNTUK DEKOLORISASI LIMBAH BATIK INDIGOSOL BLUE PADA WAKTU INKUBASI DAN KONSENTRASI GLUKOSA BERBEDA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Indigosol blue (IB) merupakan salah satu zat warna sintetis yang seringkali digunakan pada industri batik tetapi dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan manusia. Metode biologi menjadi metode alternatif dengan menggunakan jamur Basidiomycota yang lebih efisien dan ramah lingkungan mendegradasi zat warna dengan mekanisme adsorpsi dan enzimatik. Salah satu jamur Basidiomycota yang diketahui memiliki kemampuan dekolorisasi limbah IB adalah Lepiota sp. dari Kebun Raya Baturraden. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan jamur Lepiota sp. dari Kebun Raya Baturraden dengan waktu inkubasi dan konsentrasi glukosa berbeda untuk dekolorisasi limbah IB, serta mengetahui perlakuan kombinasi waktu inkubasi dan konsentrasi glukosa optimal. Metode penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan kombinasi yaitu penggunaan jamur Lepiota sp. pada waktu inkubasi 24, 48, 72, dan 96 jam, serta konsentrasi glukosa 0%, 0,5%, 1%, dan 2%. Analisis data menggunakan metode Analysis of Variance (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95% dan 99%, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bawah Lepiota sp. dari Kebun Raya Baturraden mampu mendekolorisasi limbah IB pada waktu inkubasi dan konsentrasi glukosa berbeda dengan persentase 42,59% - 85,78%. Persentase tertinggi ditunjukan pada waktu inkubasi 72 jam dan konsentrasi glukosa 1%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Indigosol blue (IB) is one of the synthetic dyes that usually used in batik industry, but can have a negative impact on the environment and humans. Biological methods become alternative methods by using Basidiomycota which more efficient and environmentally friendly to degrade dyes by adsorption and enzymatic mechanisms. One of the Basidiomycota that known have the ability to decolorize IB effluent is Lepiota sp. from Baturraden Botanical Garden. The purpose of this study is to investigate the capability of Lepiota sp. from Baturraden Botanical Garden with different incubation times and glucose concentration in dye decolorization of IB effluent, and to investigate optimum treatment of incubation time and glucose concentrations. This research method is Rancangan Acak Lengkap (RAL) with a combination treatment are the usage of Lepiota sp. at incubation times 24, 48, 72, and 96 hours, and 0%, 0.5%, 1%, and 2% of glucose concentrations. Analysis of Variance (ANOVA) method will be used with 95% and 99% continued with the Beda Nyata Jujur test (BNJ). The results showed that Lepiota sp. from the Baturraden Botanical Garden was able to decolorize IB effluent at different incubation time and glucose concentration with percentage 45.29% - 85.78%. The highest percentage is shown at 72 hours incubation time and 1% glucose concentration.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save