Home
Login.
Artikelilmiahs
27659
Update
MARIA NOFIANTI
NIM
Judul Artikel
NEGOSIASI IDENTITAS KOMUNITAS KASEPUHAN ADAT KALITANJUNG SEBAGAI PENGANUT KEJAWEN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini membahas mengenai bagaimana bentuk negosiasi identitas yang dilakukan oleh Komunitas Kasepuhan Adat Kalitanjung sebagai penganut Kejawen. Mengingat penganut aliran kepercayaan semacam Kejawen ini kerap masih dipandang sebagai kepercayaan yang menyimpang, dan seringkali penganutnya mendapatkan diskriminasi dari masyarakat mayoritas yang menganut agama yang diresmikan oleh pemerintah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, karena melalui metode ini, peneliti dapat mendeskripsikan, dan menggambarkan bagaimana fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Terutama berfokus pada bagaimana bentuk negosiasi identitas yang dilakukan oleh komunitas sebagai penganut Kejawen yang merupakan agama leluhur mereka. Penerapan teori negosiasi identitas sebagai salah satu solusi pun dilakukan melalui beragam ritual dan upacara adat yang dilakukan oleh Komunitas Kasepuhan Adat Kalitanjung. Hasil analisis menunjukan bahwa Komunitas Kasepuhan Adat Kalitanjung menghadapi stigma negatif mengenai kepercayaan mereka, dan ada perbedaan pandangan atau pemaknaan antara komunitas yang menganut Kejawen, dan masyarakat di luar komunitas yang menganut agama resmi yang ditetapkan oleh pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas Kasepuhan Adat Kalitanjung dapat bernegosiasi dengan perbedaan yang ada, mereka memegang pedoman hidup yang kuat sebagai bentuk identitas mereka. Namun proses negosiasi yang dilakukan tidak berlangsung dengan singkat, karena merubah pemahaman masyarakat mayoritas bukanlah hal yang mudah. Keyword: negosiasi identitas, kasepuhan adat, agama leluhur, kejawen
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study discusses how the form of identity negotiations carried out by the Kasepuhan Adat Kalitanjung Community as followers of Kejawen. Bearing in mind that followers of this kind of belief like Kejawen are often viewed as deviant beliefs, and often followers get discrimination from the majority community who adheres to a religion that was formalized by the government. The study was conducted using descriptive qualitative research methods, because through this method, researchers can describe, and illustrate how the facts that occur in the field. Mainly focused on how the form of identity negotiations carried out by the community as followers of Kejawen which is their ancestral religion. The application of the theory of identity negotiation as one of the solutions is carried out through various rituals and traditional ceremonies conducted by the Kasepuhan Adat Kalitanjung Community. The analysis shows that the Kasepuhan Adat Kalitanjung Community faces a negative stigma about their beliefs, and there are differences in views or meanings between communities that adhere to Kejawen, and people outside the community who adhere to official religions established by the government. The results showed that the Kasepuhan Adat Kalitanjung Community can negotiate with existing differences, they hold strong life guidelines as a form of their identity. However, the negotiation process did not take place briefly, because changing the understanding of the majority community was not easy. Keyword: identity negotiation, Kasepuhan adat, ancestral religion, kejawen
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save