Home
Login.
Artikelilmiahs
27541
Update
RIA ELSANI
NIM
Judul Artikel
PENGARUH JARAK TANAM DAN DOSIS BIOURIN KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG SEMI
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh jarak tanam yang baik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman jagung semi, 2) mengetahui pengaruh dosis biourin kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung semi, 3) mengetahui kombinasi antara jarak tanam dan dosis biourin kelinci yang baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung semi. Penelitian ini dilaksanakan pada Februari sampai Mei 2019 di exfarm Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian ini merupakan percobaan lapang dengan rancangan perlakuan faktorial 3 x 3. Faktor pertama adalah jarak tanam yang terdiri dari 3 macam yaitu 70 cm x 15 cm, 70 cm x 20 cm dan 70 cm x 25 cm. Faktor kedua adalah dosis urin kelinci yang terdiri dari 3 taraf yaitu 0, 3000 dan 6000 liter/ha. Terdapat 9 kombinasi perlakuan yang dialokasikan dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 ulangan. Unit percobaan berupa petak percobaan dengan ukuran 2,5 m x 1 m. Variabel pertumbuhan yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm) dan biomasa (g). Variabel hasil yang diamati meliputi panjang tongkol berkelobot (cm), bobot tongkol berkelobot (g), panjang tongkol tanpa kelobot (cm), bobot tongkol tanpa kelobot (g), diameter tongkol (cm), kadar gula (brix), tingkat kekerasan (kg/m2) dan indeks sampah (%). Hasil penelitian menunjukan: jarak tanam meningkatkan hasil jagung semi dilihat dari variabel panjang tongkol berkelobot, bobot tongkol berkelobot dan tingkat kekerasan tongkol. Pemberian biourin kelinci meningkatkan hasil jagung semi dilihat dari variabel panjang tongkol berkelobot, bobot tongkol berkelobot, panjan tongkol tanpa kelobot dan bobot tongkol tanpa kelobot. Tidak ada interaksi antara jarak tanam dan dosis biourin kelinci. Perlakuan paling efektif untuk pertumbuhan dan hasil jagung semi adalah jarak tanam 70 cm x 20 cm dan dosis urin kelinci 3000 l/ha.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aims to: 1) study the effect of plant spacing on growth and yield of baby corn, 2) study the dose of rabbit biourine on the growth and yield of baby corn, 3) study the effect interaction between plant spacing and dosage of rabbit biourine on the growth and yield of baby corn. The research was conducted from February to April 2019 in Exfarm of Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University. This research was a field experiment with 3x3 factorial design. The first factor was the plant spacing of 3 levels; 70 cm x 15 cm, 70 cm x 20 cm and 70 cm x 25 cm. The second factor was dosages of rabbit biourine, 3 levels; 0, 3000, 6000 L/ha. There were 9 treatment combinations allocated in Randomized Completely Block Design with 3 replications. The experiment unit was a plot of 2,5m x 1 m. Growth variables observerd included the plant height (cm), the number of leaves (sheet), the width of leaves (cm2) and plant biomass (g). Yield variables observerd included length of cob with and without husks (cm), weight of cob with and without husks (g), diameter of cob (cm), the content of sugar (brix), hardness level of cob (kg/m2) and garbage index. The study showed that widening the plant spacing increased the length of the cob with husks,weight of the cob with husks and hardness levelof cob. The applocations of rabbit biourine increased the length of the cob with and without husks,weight of the cob with and without husk. There was no interaction effect between plant spacing and dosage of rabbit biourine. The effective treatment for growth and yield of baby corn was 70 cm x 20 cm plant spacing and 3000 L/ha rabbit biourine dosage.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save