Home
Login.
Artikelilmiahs
27381
Update
MAJID FAKHRUDDIN
NIM
Judul Artikel
ANALISIS FAKTOR DAN PERBANDINGAN PEMILIHAN LOKASI OUTLET SAMBEL LAYAH MENGGUNAKAN METODE BWM DAN AHP-ARAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Industri rumah makan menyumbang pendapatan terbesar disektor pariwisata hingga 41,4%, di Indonesiaoleh karena itu industri rumah makan sangat berpotensi untuk dikembangkan. Rumah makan Sambel Layah adalah salah satu usaha jasa pangan di Indonesia yang terus mengembangkan usahanya diberbagai wilayah dengan membuka cabang rumah makan yang baru. Pemilihan lokasi rumah makan yang tepat diperlukan untuk menunjang kesuksesan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria yang diperlukan dalam pemilihan lokasi menggunakan metode analisis faktor dan memilih lokasi rumah makan Sambel Layah dari alternatif yang telah disediakan dengan membandingkan metode BWM dan AHP-ARAS. Penelitian dimulai dengan memberikan kuesioner analisis faktor kepada anggota divisi pengembangan Sambel Layah. Dari hasil analisis faktor terbentuk 3 faktor yaitu profit (harga, nilai investasi), kenyamanan pelanggan (akses jalan, luas parkir, lingkungan), pendukung (jarak outlet serupa, populasi, akses limbah). Wawancara dilakukan untuk menilai 3 alternatif lokasi Sambel Layah yaitu di daerah Depok, Bogor dan Jakarta Selatan. Hasil dari pemilihan lokasi menggunakan metode BWM dan AHP-ARAS menunjukan lokasi terpilih yang sama yaitu di daerah Depok, dengan urutan lokasi selanjutnya di daerah Bogor dan Jakarta Selatan. Hasil dari perbandingan kedua metode menyatakan bahwa BWM menghasil nilai standar deviasi pada rasio konsistensi yang lebih baik yaitu 0,03107 dibandingkan dengan AHP-ARAS 0,03951.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The restaurant industry contributes the largest revenue in the tourism sector to 41,4% in Indonesia, therefore the restaurant industry has the potential to be developed. Sambel Layah restaurant is one of the food businesses in Indonesia that continues to expand its business in various regions by opening the new restaurants. Choosing appropriate restaurant location is needed to support the company's success. This research aims to determine the criteria which is needed in the selection of locations using the factor analysis method and choosing the location of Sambel Layah restaurants from the alternatives provided by comparing the BWM and AHP-ARAS methods. The study began by giving a factor analysis questionnaire to members of the Sambel Layah development division. From the results of the factor analysis, three factors are formed: profit (price, investment value), customer convenience (road access, parking area, environment), supporters (similar outlet distance, population, waste access). Interviews were conducted to assess 3 alternative locations for Sambel Layah, namely in the areas of Depok, Bogor and South Jakarta. The results of site selection using the BWM and AHP-ARAS methods show the same selected location in the Depok area, although it is slightly different in the order of alternative locations. Comparison of the two methods states that BWM produces a standard deviation at a better consistency ratio of 0,03107 compared to AHP-ARAS 0,03951.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save