Home
Login.
Artikelilmiahs
27237
Update
SRI RAHAYU
NIM
Judul Artikel
Keanekaragaman dan Pola Ordinasi Vegetasi Mangrove di Segara Anakan Bagian Barat Cilacap
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul Keanekaragaman dan Pola Ordinasi Vegetasi Mangrove di Segara Anakan Bagian Barat Cilacap. Mangrove merupakan vegetasi yang tumbuh di daerah pesisir berair payau dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai kerapatan dan keanekaragaman jenis mangrove serta mengetahui pola ordinasi jenis mangrove di Segara Anakan Bagian Barat Cilacap. Metode yang digunakan yaitu metode survey dengan Purposive Random Sampling pada 20 stasiun berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kerapatan di Segara Anakan Bagian Barat antar stasiun berkisar 33-2167 ind/ha, kerapatan jarang atau rusak sampai sedang. Nilai keanekaragaman jenis mangrove di Segara Anakan Bagian Barat berkisar antara 0,00-1,59, keanekaragaman jenis rendah. Pola ordinasi jenis mangrove di Segara Anakan Bagian Barat terdiri dari 3 kelompok. Kelompok A terdiri dari stasiun XII, XIV, XVI, XVIII dan XX. Kelompok B terdiri dari stasiun III, IV, VI, VIII, X, XI, XV, XVII dan XIX. kelompok C terdiri dari stasiun I, II, V dan VII.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research entitled Diversity and Ordination Pattern of Mangrove Vegetation in the western area of Segara Anakan, Cilacap. Mangroves are vegetations can grow in brackish coastal areas which are affected by sea tides. The purpose of this research was to determine the value of mangrove density and diversity and determine the ordination patterns of mangrove in the western area of Segara Anakan, Cilacap. The method used a survey method using Purposive Random Sampling for 20 different stations. The results showed that the density value in the western area of Segara Anakan between 33-2167 ind / ha, density had rare class or damaged to moderate. Class the diversity value of mangrove species in the western area of Segara Anakan ranged between 0.00-1.59 (low). The mangrove species ordination pattern in the western area of Segara Anakan consisted three groups. Group A consisted XII, XIV, XVI, XVIII and XX stations. Group B consisted III, IV, VI, VIII, X, XI, XV, XVII and XIX stations. Group C consisted I, II, V and VII stations.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save