Home
Login.
Artikelilmiahs
26872
Update
NIKI ANDALUSI
NIM
Judul Artikel
Identifikasi Golongan Darah pada Sampel Darah Kering yang Dipapar pada Substrat Tembok, Waktu, dan Lingkungan Berbeda
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Darah memiliki peranan penting untuk mengungkapkan berbagai kasus hukum maupun kasus kriminal. Darah biasanya ditemukan pada berbagai substrat seperti pakaian, pisau, lantai, tembok, besi, kain, kertas dan gunting. Pemeriksaan golongan darah dilakukan dalam proses penyelidikan berfungsi untuk identifikasi korban maupun pelaku. Beberapa metode identifikasi forensik yang umum dilakukan untuk identifikasi golongan darah yaitu direct agglutination, elusi absorpsi, inhibisi absorpsi dan beberapa metode lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh masing-masing substrat, waktu, kondisi lingkungan dan interaksi ketiganya terhadap keberhasilan identifikasi golongan darah kering yang diuji. Pengambilan sampel dilakukan di Fakultas Biologi Unsoed dan identifikasi dilakukan di labfor cabang semarang. Berdasarkan penelitian ini diperoleh informasi bahwa darah kering dalam kondisi indoor pada substrat tembok tanpa lepa dapat diidentifikasi hingga waktu paparan 120 jam, sedangkan darah pada tembok yang dilepa tanpa dilapisi cat, dilapisi cat tembok, dan dilapisi cat minyak dapat diidentifikasi hingga waktu paparan 140 jam. Darah kering dalam kondisi outdoor pada substrat tembok tanpa lepa dapat diidentifikasi hingga waktu paparan 72 jam, pada tembok yang dilepa tanpa dilapisi cat dan dilapisi cat tembok dapat diidentifikasi hingga waktu paparan 96 jam, dan pada tembok yang dilepa dan dilapisi cat minyak dapat diidentifikasi hingga waktu paparan 120 jam. Kondisi permukaan substrat berpengaruh terhadap keberhasilan identifikasi golongan darah sampel darah kering. Kondisi lingkungan (hujan) berpengaruh terhadap keberhasilan identifikasi golongan darah sampel darah kering. Terdapat interaksi antara substrat, waktu, dan kondisi lingkungan terhadap keberhasilan identifikasi golongan darah sampel darah kering.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Blood has an important role in uncovering various legal and criminal cases. Blood is usually found in various fields such as clothing, knife, floor, wall, iron, cloth, paper and scissor. Blood group identification is conducted in the investigation process to identify victims and perpetrators. Some of common forensic identification methods are used to identify blood groups are direct agglutination, absorption elution, inhibition of absorption and several other methods. The purpose of this study was to determine the effect of each substrate, time, enviromental condition and interaction of the successful identification of the dried blood groups test. Sampling was conducted at the Faculty of Biology Unsoed and identification was carried out in the Semarang branch laboratory. Based on this research, can be obtained information that the dry blood in indoor conditions on the wall substrate without plaster can be identified up to 120 hours of exposure time, while blood on the walls that plaster without coated paint, coated with wall paint, and coated with oil paint can be identified up to the time of exposure 140 hours. Dry blood in outdoor conditions on wall substrates without plaster can be identified up to 72 hours of exposure time, on walls that are coated without paint and coated with wall paint can be identified up to 96 hours of exposure time, and on walls that are leped and coated with oil paint can be identified up to 120 hours of exposure. Surface condition of the substrate influences the successful identification of blood groups from dried blood samples. Environmental conditions (rain) affect the successful identification of blood groups from dried blood samples. There is an interaction between substrate, time, and environmental conditions on the successful identification of blood groups of dried blood samples.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save