Home
Login.
Artikelilmiahs
26855
Update
NETHA NABILA
NIM
Judul Artikel
PERBEDAAN POLA MAKAN DAN PREFERENSI JENIS MAKANAN SEBELUM DAN SELAMA PUASA RAMADHAN PADA MAHASISWA OVERWEIGHT DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Selama bulan Ramadhan umat islam dilarang untuk makan dan minum selama 13-14 jam perhari. Kondisi ini tentu akan mempengaruhi asupan zat gizi, frekuensi makan, serta preferensi jenis makanan. Metodologi: Penelitian ini menggunakan rancangan one group pre-test post-test design instrumen penelitian yang digunakan adalah form food recall 1x24 jam sebelum Puasa Ramadhan dan selama Puasa Ramadhan. Data asupan zat gizi makro, dan frekuensi makan diuji normalitas dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov kemudian dilanjutkan dengan uji T berpasangan untuk asupan zat gizi makro, dan Uji Wilcoxon untuk frekuensi makan. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan selama Puasa Ramadhan pada asupan energi dan karbohidrat dengan nilai p=0,00. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada asupan protein dan lemak dengan nilai p >0,05. Terdapat perbedaan yang signifikan pada frekuensi makan antara sebelum dan selama Puasa Ramadhan dengan nilai p =0,00 Kesimpulan: Terdapat penurunan pada asupan zat gizi makro dan frekuensi makan antara sebelum dan selama Puasa Ramadhan pada mahasiswa overweight di Universitas Jenderal Soedirman. Kata kunci: Puasa Ramadhan, Overweight, Asupan zat gizi makro.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Backgrounds: During Ramadhan, muslims are forbidden to eat and drink for 13-14 hours per day. This condition will certainly affect the intake of nutrients, frequency of food, and food type preferences. Methods: This study uses a one group pre-test post-test design, research instrument that is used is the food recall form 1x24 hours before Ramadhan Fasting and during Ramadhan Fasting. Data on macro-nutrient intake and eating frequency were tested for normality using the Kolmogorov Smirnov Test and then followed by Paired T-Test for macro-nutrient intake, and Wilcoxon Test for eating frequency. Results: The results showed that there were significant differences between before and during Ramadan fasting on energy and carbohydrate intake (p value = 0.00). There were no significant differences in protein and fat intake (p value > 0.05). There is a significant difference in the frequency of eating between before and during Ramadan fasting (p value = 0.00). Conclusion: There was a decrease in macronutrient intake and frequency of eating between before and during Ramadan fasting for overweight students at Jenderal Soedirman University. Keywords: Ramadhan fasting, Overweight, Macronutrient intake.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save