Home
Login.
Artikelilmiahs
26846
Update
Alvira Rifdah Sativa
NIM
Judul Artikel
DETEKSI MOLEKULER VIRUS CHIKUNGUNYA PADA NYAMUK Aedes aegypti MENGGUNAKAN METODE TWO-STEP REVERSE TRANSCRIPTASE POLYMERASE CHAIN REACTION (RT-PCR)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Demam Chikungunya adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus Alphavirus dari familia Togaviridae dengan gejala postur penderita yang membungkuk akibat nyeri sendi hebat (arthalgia). Penyakit Chikungunya dapat ditularkan ke manusia melalui nyamuk vektor Aedes aegypti. Kejadian Luar Biasa (KLB) Chikungunya di Indonesia pertama kali dilaporkan pada tahun 1973 di Samarinda dan kemudian menyebar ke berbagai wilayah lainnya. Data surveil menunjukkan hampir setiap tahun terjadi KLB di berbagai wilayah di Indonesia. Pada tahun 2013 terjadi kejadian KLB Chikungunya di Purwokerto Utara, khususnya wilayah Bancarkembar dan Grendeng. Hingga saat ini belum ditemukan obat ataupun vaksin untuk mencegah penyakit Chikungunya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui infeksi virus Chikungunya pada nyamuk dewasa Ae. aegypti. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive Ae. aegypti. Parameter yang diamati adalah positif nyamuk yang terinfeksi virus Chikungunya. Analisis data secara deskriptif dengan mengamati kemunculan pita DNA pada UV Transilluminator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amplikon cDNA CHIKV tidak terdeteksi dengan metode Two step RT-PCR.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The Chikungunya fever is a disease caused by an Alphavirus from the family Togaviridae with the symptoms of a patient's posture that is bent over by severe joint pain (arthalgia). Chikungunya disease can be transmitted to humans through an Aedes aegypti as a vector. The outbreak of Chikungunya in Indonesia was first reported in 1973 in Samarinda and then spread to various other regions. Surveillance data show almost every year of the outbreak occurred in various regions in Indonesia. In 2013 there was the outbreak of Chikungunya in North Purwokerto, especially in Bancarkembar and Grendeng.Until now, the medicine or vaccine has not been found to prevent Chikungunya disease. The purpose of this research is to know the infection of virus Chikungunya on Ae. aegypti. This research was conducted by surveying methods with sampling techniques using purposive sampling Ae. aegypti. The observed parameter is th positivity of virus Chikungunya. Analysis data by observing the appearance of DNA band on UV Transilluminator. The results that the amplikon cDNA CHIKV is not detected by the two step RT-PCR method.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save