Home
Login.
Artikelilmiahs
26716
Update
CANDRA DARMAWAN
NIM
Judul Artikel
Kritik Modernitas Jepang dalam Film (Studi Analisis Semiotika Roland Barthes dalam Film Anime Hesei Tanuki Gassen Ponpoko)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Film Hesei Tanuki Gassen Ponpoko merupakan film animasi jepang yang disutradarai oleh Isao Takahata. Film ini memiliki latar pada tahun 1960an di Jepang. Hesei Tanuki Gassen Ponpoko menceritakan kehidupan rakun di desa yang terancam kehilangan tempat tinggalnya karena proyek pembangunan Taman New Ton yang dibuat manusia. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui representasi makna film Hesei Tanuki Gassen Ponpoko mengenai kritik modernitas yang terjadi dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotik kualitatif Roland Barthes. Penelitan ini menunjukkan jika modernitas yang digambarkan dalam film Hesei Tanuki Gassen Ponpoko menyebabkan pertama, kerusakan ekologi karena pembangunan di wilayah hutan pedesaan menjadi perkotaan. Kedua, adanya perubahan sosio-kultural yang disebabkan oleh modernitas. Modernitas tersebut membawa perubahan pola kehidupan rakun.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Hesei Tanuki Gassen Ponpoko is a Japanese animated film directed by Isao Takahata. This film has a background in the 1960s in Japan. Hesei Tanuki Gassen Ponpoko tells of the life of a raccoon in a village that is in danger of losing their place of residence causses human development of the New Ton Park project. Though qualitative semiotic analysis approach by Roland Barthes, this article aims to find out the representation of the meaning about the criticisms of modernity that occur in the film. This research shows if the modernity depicted in the film Hesei Tanuki Gassen Ponpoko causes many problem. First, ecological damage due to development in rural forest areas becoming urban. Second, there are socio-cultural changes caused by modernity. The modernity brings changes for raccoon life.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save