Home
Login.
Artikelilmiahs
26525
Update
DINDA ANISA JULIARTY
NIM
Judul Artikel
PERILAKU KONSUMSI PRODUK KOSMETIK DI KALANGAN MAHASISWA LAKI-LAKI UNSOED
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motif mahasiswa laki-laki Unsoed menggunakan kosmetik, dan yang kedua mendeskripsikan perilaku konsumsi produk kosmetik di kalangan mahasiswa laki-laki Unsoed. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara mendalam sebanyak enam informan utama dan 10 informan pendukung, dokumentasi, dan observasi. Teknik sampling yang digunakan snowball sampling dan purposive sampling dengan kriteria mahasiswa laki-laki Unsoed, berpenampilan menarik, menggunakan kosmetik dekoratif dan menggunakan produk perawatan kulit. Lokasi penelitian di Universitas Jendral Soedirman Purwokerto. Sumber data meliputi data primer dan data sekunder. Teknik analisis data menggunakan Analisis Interaktif dari Milles dan Huberman yang komponennya terdiri atas Pengumpulan data, Reduksi data, Penyajian data, dan Penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menemukan motif mahasiswa laki-laki Unsoed dalam menggunakan produk kosmetik dibagi menjadi dua yaitu motif dari dalam seperti meningkatkan percaya diri, menyamarkan noda pada jerawat, serta memiliki masalah pada kulit wajah. Sedangkan motif dari luar individu meliputi adanya dukungan dari orangtua dan adanya kasus pembully-an. Penelitian ini juga menemukan perilaku mahasiswa laki-laki Unsoed dalam penggunaan kosmetik untuk sehari-hari. Sebanyak empat informan utama menggunakan produk kosmetik dekoratif yang berupa faoundation, bedak, eyeliner, eyebrow, lipstik, serta eyeshadow. Sedangkan dua informan utama lainnya menggunakan produk perawatan kulit atau skin care, seperti serangkaian produk dari klinik kecantikan dan produk dari Jepang. Alokasi dana oleh mahasiswa laki-laki Unsoed untuk membeli produk kosmetik dekoratif dan serangkaian perawatan kulit lainnya berkisar mulai dari Rp 100.000 hingga lebih dari Rp 1.000.000 setiap bulannya. Meskipun stereotipe masih melekat pada masyarakat yang menganggap bahwa laki-laki menggunakan kosmetik dianggap tidak gagah, macho, dan menyimpang, akan tetapi seiring dengan orientasi dan kebutuhan akan perawatan, fenomena penggunaan kosmetik telah banyak digunakan oleh laki-laki khususnya mahasiswa laki-laki Unsoed.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to describe motive of Unsoed male students using cosmetics, and the second to describe the consumption behavior of cosmetic products among Unsoed male students. This research uses descriptive qualitative research methods. Data collection techniques namely in-depth interviews of six main informants and 10 supporting informants, documentation, and observation. The sampling technique used was snowball sampling and purposive sampling with Unsoed male student criteria, attractive appearance, using decorative cosmetics and using skin care products. Research location at the University of Jendral Soedirman Purwokerto. Data sources include primary data and secondary data. Data analysis techniques using Interactive Analysis from Milles and Huberman whose components consist of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results found Unsoed male student's motives for using cosmetic products were divided into two, namely internal motives such as increasing confidence, disguising blemishes on pimples, and having problems on facial skin. While motives from outside the individual include the support of parents and the case of bullying. The research also found the behavior of Unsoed male students in the use of cosmetics for daily use. Four main informants used decorative cosmetic products in the form of faoundation, powder, eyeliner, eyebrow, lipstick, and eyeshadow. Meanwhile, two other key informants used skin care products, such as a series of products from beauty clinics and products from Japan. Funds allocated by Unsoed male students to buy decorative cosmetic products and a range of other skin treatments range from IDR 100,000 to more than IDR 1,000,000 per month. Although stereotypes are still inherent in the society which considers that men using cosmetics are considered not handsome, macho, and deviant, but along with the orientation and need for treatment, the phenomenon of using cosmetics has been widely used by men, especially male students Unsoed.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save