Home
Login.
Artikelilmiahs
26460
Update
NADINE NASTITI
NIM
Judul Artikel
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN PENDEKATAN KELUARGA (PIS-PK) DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2019
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) ini adalah salah satu upaya dalam mengintegrasikan pelaksanaan program yang ditekankan pada integrasi pendekatan akses pelayanan kesehatan, ketersediaan tenaga kesehatan, pembiayaan serta sarana prasarana termasuk program upaya kesehatan masyarakat dan perseorangan yang mencangkup seluruh keluarga dalam wilayah kerja Puskesmas dengan memperhatikan manajemen Puskesmas. Kabupaten Banyumas memiliki angka IKS 0,143 dimana masih berada pada zona merah atau keluarga tidak sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan PIS-PK di Kabupaten Banyumas tahun 2019. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Karanglewas dan Puskesmas Rawalo. Analisis data menggunakan content analysis dengan pendekatan thematic network. Hasil Penelitian: Evaluasi pelaksanaan PIS-PK di Kabupaten Banyumas menunjukkan ketidaksiapan sumber daya puskesmas dalam mendukung pelaksanaan PIS-PK dan belum optimalnya proses manajemen puskesmas dalam pelaksanaan kunjungan awal PIS-PK. Hal ini menyebabkan IKS Kabupaten Banyumas rendah karena target pengentryan PIS-PK belum terpenuhi. Maka perbaikan sistem pelaksanaan PIS-PK menjadi rekomendasi berdasarkan perspektif stakeholder dan masyarakat. Kesimpulan: Pelaksanaan kunjungan awal PIS-PK di Kabupaten Banyumas belum berjalan dengan optimal karena sumber daya dan proses manajemen puskesmas yang menyebabkan angka IKS di Kabupaten Banyumas rendah. Kata Kunci: Evaluasi, Program Indonesia Sehat, Pendekatan Keluarga
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Health Indonesia Program with Family Approach (PIS-PK) is one of the efforts in integrating the implementation of the program which emphasizes the integration of health service access approaches, availability of health workers, financing and infrastructure including community health programs and individuals that cover all families in the region of public health center work by paying attention to public health center management. Banyumas Regency has an 0.143 of IKS which is still in the red zone or an unhealthy family. This study aims to evaluate the implementation of PIS-PK in Banyumas Regency in 2019. Methodology: The research is qualitative with case study desain. The research was held in Karanglewas public health center and Rawalo public health center. The data is analyzed using content analysis with thematic work approach. Result: Evaluation of the implementation of PIS-PK in Banyumas Regency shows the unpreparedness of public health center resources in supporting the implementation of PIS-PK and the inadequate process of public health center management in the initial PIS-PK visit. This causes the Banyumas Regency IKS low because the target of PIS-PK entry has not been fulfilled. Then the improvement of the implementation of the PIS-PK system became recommendations based on the perspectives of stakeholders and the community. Conclusion: The initial PIS-PK visit in Banyumas Regency was not running optimally because of the resources and management process of public health center which caused the number of IKS in Banyumas Regency was low. Key words: Evaluation, Health Indonesia Program, Family Approach
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save