Home
Login.
Artikelilmiahs
26422
Update
ROSITA IMAN ALIFFIA
NIM
Judul Artikel
Optimasi Sintesis Perak N-metil Kitosan dan Uji Aktivitas Antimikroba
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perak diketahui memiliki potensi sebagai senyawa antimikroba. N-metil kitosan merupakan salah satu turunan kitosan yang memiliki aktivitas antimikroba yang lebih baik dibandingkan kitosan. Penelitian ini dilakukan sintesis perak N-metil kitosan dengan berbagai variasi perbandingan mol antara N-metil kitosan dengan AgNO3 yang ditambahkan serta dilakukan variasi waktu sintesis. Perak N-metil kitosan dikarakterisasi dan diuji aktivitasnya dengan metode difusi dan total plate count. Berdasarkan hasil karakterisasi, spektra IR perak N-metil kitosan menunjukkan terjadi perubahan intensitas. Variasi sintesis perak N-metil kitosan kemudian diuji aktivitas antimikroba terhadap bakteri S. aureus, dan E. coli serta jamur C. albicans. Zona hambat terbesar yang diperoleh yaitu pada sampel perak N-metil kitosan dengan variasi mol terbesar dan variasi waktu optimum. Selanjutnya sampel perak N-metil kitosan yang memiliki zona hambat terbesar ditentukan nilai KHM dan KBM terhadap bakteri S. aureus & E. coli dan jamur C. albicans.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Silver is known to have potential as an antimicrobial compound. N-methyl chitosan is one of chitosan derivatives which has better antimicrobial activity than chitosan. This research was synthesized silver N-methyl chitosan with various variations of mole ratio between N-methyl chitosan & AgNO3 added and variations in synthesis time. Silver N-methyl chitosan was characterized and tested for its activity by diffusion method and total plate count. Based on the results of characterization, IR silver spectra of N-methyl chitosan showed a change in intensity. The synthesis of silver N-methyl chitosan was then tested for antimicrobial activity against S. aureus, and E. coli and C. albicans. The biggest inhibition zone obtained is in the sample silver N-methyl chitosan with biggest variations of mole ratio and a time variation optimum. Then, sample silver N-methyl chitosan that has biggest inhibition zone was determined the value of MIC, MBC and MFC for S. aureus, E. coli and C. albicans.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save