Home
Login.
Artikelilmiahs
26383
Update
AFIF BILAL FAJARI
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KOMPARATIF USAHATANI KENTANG (Solanum tuberosum L.) PADA LAHAN BEDENGAN SEARAH LERENG DENGAN LAHAN BEDENGAN SEARAH KONTUR DI DESA PANDANSARI KECAMATAN PAGUYANGAN KABUPATEN BREBES
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan tanaman sumber makanan pokok terbesar di dunia selain padi, gandum dan jagung. Kebiasaan petani dalam menanam kentang di lahan curam searah lereng akan mempercepat laju erosi dan secara tidak langsung akan menyebabkan ketidakpastian pada penerimaan dan pendapatan usahatani kentang. Salah satu cara untuk meminimalisir erosi tersebut yaitu dengan tindakan konservasi seperti membuat pola tanam sejajar kontur terhadap laju erosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani kentang pada lahan bedengan searah lereng dengan lahan bedengan searah kontur, dan (2) membandingkan biaya, penerimaan, dan pendapatan usahatani kentang antara lahan bedengan searah lereng dengan lahan bedengan searah kontur. Penelitian dilaksanakan di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Brebes. Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan dari bulan Agustus 2018 sampai Oktober 2018. Sasaran penelitian adalah anggota petani aktif dalam kelompok tani Murgi Tani di Desa tersebut. Metode pengambilan sampel menggunakan kaji tindak. Rancangan percobaan yang digunakan adalah 24 petak tanam pada lahan pola tanam bedengan searah lereng dengan luas lahan 4000m2 dan 48 petak tanam pada lahan pola tanam bedengan searah kontur dengan luas lahan 6000m2. Data dianalisis menggunakan analisis biaya, penerimaan dan pendapatan, analisis kelayakan usahatani, dan uji beda. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerimaan dan pendapatan usahatani kentang dengan pola tanam mengikuti bedengan searah kontur lebih besar dibandingkan pola tanam mengikuti bedengan searah lereng. Hasil uji t menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang nyata terhadap pendapatan usahatani kentang pada lahan bedengan searah lereng dan bedengan searah kontur.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Potato (Solanum tuberosum L.) is one of the largest staple food crops in the world besides rice, wheat, and corn. The habit of farmers in planting potatoes on steep land in the direction of the slope will increase the rate of erosion and indirectly will have an impact on the profit and income of potato farming. One of the efforts to minimize erosion is by conservation measures such as making the cropping pattern parallel of contour to land erosion rate. This research aim to: (1) find out the costs, profits, and incomes of potato farming on land with a slope direction and land with parallel planting pattern of contour, and (2) to compare the costs, profits, and income of potato farming between land with a slope direction and land with parallel planting pattern of contour. This research was carried out in Pandansari village, Paguyangan district, Brebes. The research lasted for 3 months from August 2018 until October 2018. The objects research are farmers who active as member at Murgi Tani farmer association at those villages. The research method used in this research was action research. The research design used 24 planting plots on 4000m2 land with a slope direction and 48 plots on 6000m2 land with parallel planting pattern of contour. Data was analyzed using cost, income, and profit analysis, farming feasibility analysis, and different t-tset analysis. The results showed that the revenue and income of potato farming on land with parallel planting pattern of contour is higher than potato farming on land with a slope direction. T-test result shows that there is a significant difference between the income of potato farming on land with a slope direction and parallel planting pattern of contour.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save