Home
Login.
Artikelilmiahs
26295
Update
TRI UMIATI
NIM
Judul Artikel
PEMETAAN RISIKO BENCANA KEKERINGAN DI JAWA TIMUR DENGAN METODE SPI (STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pemetaan risiko bencana kekeringan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan guna mencegah terjadinya kerugian yang besar apabila bencana kekeringan melanda. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sebaran spasial dari ancaman, kerentanan, dan risiko kekeringan di Jawa Timur. Lokasi penelitian ini berada di wilayah Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode Standardized Precipitation Index (SPI), skoring, dan pembobotan. Data yang diperlukan yaitu data curah hujan, data kepadatan penduduk, rasio jenis kelamin, rasio penduduk miskin, rasio kelompok umur rentan, luas tanah hutan, PDRB, dan lahan produktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebaran spasial ancaman kekeringan kategori rendah sebesar 21,20% dan kategori sedang sebesar 78,80%. Sebaran spasial kerentanan bencana kekeringan kategori rendah sebesar 20,72%, kategori sedang sebesar 58,35%, dan kategori tinggi sebesar 20,91%. Sebaran spasial risiko bencana kekeringan kategori rendah sebesar 35,01%, kategori sedang sebesar 58,97%, dan kategori tinggi sebesar 6,01%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Drought risk mapping is one of the efforts that can be done to prevent large losses if a drought strikes. The purpose of this study is to determine the spatial distribution of hazards, vulnerabilities and drought risks in East Java. The location of this research is in the area of East Java. The method used in this research is the Standardized Precipitation Index (SPI), scoring, and weighting methods. The data needed is rainfall data, population density data, sex ratio, ratio of poor population, ratio of vulnerable age groups, forest land area, GRDP, and productive land. The results showed that the spatial distribution of low category drought hazard was 21.20% and the medium category was 78.80%. Spatial distribution of drought disaster vulnerability is low category at 20.72%, medium category at 58.35%, and high category at 20.91%. Spatial distribution of drought risk is low category at 35.01%, medium category at 58.97%, and high category at 6.01%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save