Home
Login.
Artikelilmiahs
26287
Update
FAUZI SINGGIH SULISTYO
NIM
Judul Artikel
Hubungan Etos Kerja Dengan Pendapatan Peternakan Sapi Perah Di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Beternak sapi perah tidak hanya memerlukan iklim yang sesuai dan pakan yang berkualitas namun juga dibutuhkan sumber daya manusia yang memliki etos kerja yang baik untuk menghasilkan produktivitas dan pendapatan yang tinggi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan etos kerja dengan pendapatan usaha sapi perah di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Penetapan sampel wilayah dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu pemilihan wilayah yang banyak memiliki populasi sapi perah di Kabupaten Banyumas yaitu Kecamatan Pekuncen dan Kecamatan Cilongok. Pengambilan sampel kelompok peternak dilakukan menggunakan metode sensus. Penentuan responden dilakukan secara simple random sampling dan diperoleh responden yang memiliki sapi laktasi sebanyak 45 orang. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif, analisis pendapatan dan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan tingkat etos kerja peternak sapi perah di Kecamatan Pekuncen dan Cilongok tergolong tinggi, hal tersebut ditunjukan peternak sapi perah memiliki sikap disiplin, kerja keras dan tanggungjawab yang merupakan indikator etos kerja. Rata-rata pendapatan usaha ternak sapi perah di Kecamatan Pekuncen dan Cilongok sebesar Rp19,367,575.65/tahun. Indikator etos kerja yaitu disiplin dengan koefisien korelasi sebesar 0.605 dan signifikansi 0,00 berarti indikator tersebut berhubungan sangat nyata dengan pendapatan. Indikator kejujuran dengan koefisien korelasi sebesar 0,26 dan signifikansi 0,85 yang berarti indikator kejujuran tidak berhubungan nyata dengan pendapatan. Indikator kerja keras dengan koefisien korelasi 0,548 dan signifikansi 0,00 berarti kerja keras berhubungan sangat nyata dengan pendapatan. Indikator tanggungjawab dengan koefisien korelasi 0,355 dan signifikansi 0,017 berarti indikator tersebut berhubungan nyata dengan pendapatan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Does dairy farming not only require a suitable climate and quality feed but also human resources that have a good work ethic to produce high productivity and income. The study aims to determine the relationship of work ethic with dairy cow business income in Banyumas Regency. The study was conducted by survey method. Determination of the sample area is done by purposive sampling method, namely the selection of areas that have a lot of dairy cattle population in Banyumas Regency, namely Pekuncen District and Cilongok District. Sampling of breeder groups was carried out using the census method. Determination of respondents is done by simple random sampling and obtained by respondents who have 45 lactation cows. The analysis used is descriptive analysis, income analysis and Spearman Rank correlation. The results showed the level of work ethic of dairy farmers in the Districts of Pekuncen and Cilongok was high, it was shown that dairy farmers have a disciplined attitude, hard work and responsibility which are indicators of the work ethic. The average income of dairy cattle businesses in the Districts of Pekuncen and Cilongok is Rp19,367,575.65 / year. The work ethic indicator is a discipline with a correlation coefficient of 0.605 and a significance of 0.00 means that the indicator is highly correlated with income. Honesty indicator with a correlation coefficient of 0.26 and a significance of 0.85 which means that the honesty indicator is not significantly related to income. The indicator of hard work with a correlation coefficient of 0.548 and a significance of 0.00 means hard work is very significantly related to income. The indicator of responsibility with a correlation coefficient of 0.355 and a significance of 0.017 means that the indicator is significantly related to income.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save