Home
Login.
Artikelilmiahs
26063
Update
PRADIKHA TRI WIDYANTARA
NIM
Judul Artikel
KAJIAN PENERAPAN CARA PRODUKSI PANGAN YANG BAIK PRODUK KOKTAIL BUAH CARICA (Carica pubescens) DI UKM WONOSOBO
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Buah Carica merupakan buah yang tumbuh di daerah dataran tinggi Dieng. Buah carica jika dikonsumsi secara langsung dapat mengakibatkan rasa gatal. Produk koktail carica merupakan salah satu cara alternatif pengolahan buah carica untuk mengurangi rasa gatal. Koktail carica telah banyak diproduksi di beberapa UKM carica salah satunya di Desa Patak Banteng dan Jojogan yang dijadikan responden penelitian. Kendala yang sering dihadapi UKM carica adalah terkait mutu produk yang dihasilkan. Penerapan GMP pada setiap UKM carica masih sangat minim sehingga sulit untuk mendapat perizinan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penerapan prinsip GMP sebelum dan sesudah dilakukan alih teknologi produk koktail carica. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan melakukan penilaian sebelum dan sesudah dilakukan alih teknologi pada UKM carica dengan kuesioner mengacu pada peraturan BPOM tahun 2012 terkait cara produksi pangan yang baik pada industri pangan. Responden penelitian berada di Desa Patak Banteng dan Jojogan sebanyak 30 UKM. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu lokasi dan lingkungan IRTP, peralatan produksi, fasilitas dan hiegine sanitasi, kesehatan dan hiegine karyawan, pemeliharaan dan program sanitasi, penyimpanan, pengendalian proses serta pencatatan dan dokumentasi. Hasil penelitian dengan menggunakan uji wilcoxon menunjukan pengaruh signifikan alih teknologi terhadap perilaku GMP UKM carica dengan nilai F hitung 25,27 < dari Ftabel 137. Untuk mengetahui peningkatan skor kuesioner dilakukan perhitungan penambahan persentase untuk mengetahui perubahan pada setiap parameter.Terdapat 14 parameter yang memperoleh skor besar. Parameter yang telah memenuhi nilai optimal 3 yaitu lokasi dan lingkungan IRTP terkait kebersihan (14,6%), peralatan produksi tentang dengan pemeliharaan peralatan (50%), fasilitas hiegine dan sanitasi tentang karyawan yang bertanggungjawab kegiatan sanitasi (56,6%), kesehatan dan hiegine karyawan terkait kondisi karyawan (26,6%), 5) pemeliharaan dan program sanitasi tentang pembersihan sesuai prosedur sanitasi (36,6%), dan 6) Pencatatan dan dokumentasi tentang pemantauan (23,3%).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Carica fruit is a fruit that grows in the Dieng plateau. Carica fruit if consumed directly can cause itching. Carica cocktail products are an alternative way of processing Carica fruit to reduce itching. Carica cocktails have been widely produced in several Carica SMEs, one of which is in the villages of Patak Banteng and Jojogan, which were used as research respondents. The obstacle that is often faced by carica UKM is related to the quality of the products produced. The application of GMP in every carica UKM is still so minimal that it is difficult to get a permit. This study aims to identify the application of GMP principles before and after the transfer of carica cocktail product technology. This research is a survey research by conducting an assessment before and after the transfer of technology to carica UKM with a questionnaire referring to the 2012 BPOM regulations related to good food production in the food industry. The research respondents were in the villages of Patak Banteng and Jojogan as many as 30 UKM. The parameters observed in this study were the location and environment of the IRTP, production equipment, sanitation facilities and hygiene, employee health and hygiene, sanitation maintenance and programs, storage, process control and recording and documentation. The results of the study using the Wilcoxon test showed a significant effect of technology transfer on the behavior of carica UKM with a calculated F value of 25.27 < from a 137 F table. To determine the increase in the questionnaire score, an additional percentage calculation is performed to determine changes in each parameter. There are 14 parameters that get a large score. Parameters that have met the optimal value 3 are location and environment of IRTP related to cleanliness (14.6%), production equipment regarding maintenance of equipment (50%), hiegine facilities and sanitation regarding employees who are responsible for sanitation activities (56.6%), health and employee hiegine related to employee conditions (26.6%), 5) maintenance and sanitation programs regarding cleaning according to sanitation procedures (36.6%), and 6) Recording and documentation about monitoring (23.3%).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save