Home
Login.
Artikelilmiahs
26001
Update
MOHAMMAD ALVIN NUR WAHID
NIM
Judul Artikel
DAYA TAHAN PANAS DAN PRODUKSI SUSU SEGAR DI KECAMATAN SUMBANG DAN BATURRADEN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Produksi susu sapi perah merupakan hasil resultan dari faktor genetik dan lingkungan, kemampuan adaptasi terhadap lingkungan dapat memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap produktivitas sapi perah. Penelitian ini dilaksanakan tanggal 17 Maret 2019 sampai dengan 26 Mei 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan adaptasi sapi perah FH terhadap lingkungan dan pengaruhnya terhadap produksi susu. Metodologi penelitian ini adalah survei dengan 30 responden yang berada di Kecamatan Sumbang dan Baturraden. Parameter yang diukur adalah daya tahan panas yang diukur berdasarkan HTC Benezra dan Rhoad dan produksi susu sapi perah. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai rata-rata HTC menggunakan koefisien Benezra dan Rhoad masing-masing sebesar 2,12 dan 95,4 pada Kecamatan Sumbang dan 2,15 dan 95,78 pada Kecamatan Baturraden, sedangkan rata – rata produksi susu dari kedua kecamatan tersebut masing-masing sebesar 14,3 dan 11,9 liter. Tidak terdapat perbedaan yang nyata pada produksi susu dari kedua kelompok yang diuji (P>0,05) dan tidak ada perbedaan yang signifikan pada daya tahan panas berdasarkan HTC Benezra (P>0,05) ataupun HTC Rhoad (P>0,05). Hubungan antara daya tahan panas dengan produksi susu dapat diformulasikan sebagai berikut Y= -3,7917x + 21,671 (Benezra) dan Y= -0,0749x + 20,713 (Rhoad) dengan nilai korelasi masing-masing 0,008 dan 0,002.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Dairy milk production is the resultant result of genetic and environmental factors, the ability of adaptation to the environment can contribute significantly to the productivity of dairy cows. This research was conducted on March 17, 2019 until May 26, 2019. The purpose of this study was to determine the adaptability of FH dairy cows to the environment and their effects on milk production. The methodology of this research is a survey with 30 respondents in Sumbang and Baturraden Districts. The parameters measured were heat resistance measured by HTC Benezra and Rhoad and milk production of dairy cows. The results showed that the average value of HTC uses the Benezra and Rhoad coefficients of 2.12 and 95.4 in Sumbang District and 2.15 and 95.78 in Baturraden Subdistrict, respectively, while the average milk production from both districts 14.3 and 11.9 liters respectively. There were no significant differences in milk production from the two groups tested (P> 0.05) and there were no significant differences in heat resistance based on HTC Benezra (P> 0.05) or HTC Rhoad (P> 0.05) . The relationship between heat resistance and milk production can be formulated as follows Y = -3.7917x + 21.671 (Benezra) and Y = -0.0749x + 20.713 (Rhoad) with correlation values of 0.008 and 0.002, respectively.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save