Home
Login.
Artikelilmiahs
25734
Update
FAIZ HIDAYATULLOH AR-ROZI
NIM
Judul Artikel
SUPLEMENTASI TEPUNG BIJI ALPUKAT (Persea americana mill) PADA PAKAN TERHADAP BOBOT DAN PANJANG CAECUM PUYUH (Coturnix coturnix japonica)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 3 Januari 2019 sampai tanggal 14 Maret 2019. Penelitian dilaksanakan di Ketapang Farm, Sokaraja Kulon, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tepung biji alpukat sebagai suplemen terhadap bobot dan panjang caecum. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah puyuh betina berumur 4 minggu berjumlah 100 ekor, dengan rataan bobot badan 90,3 gram/ekor. Pemeliharaan selama 10 minggu dengan 9 minggu perlakuan dan 1 minggu preliminary. Peralatan meliputi kandang ukuran 35 x 30 x 25 cm3 sebanyak 20 petak, paralon belah, galon manual, lampu penerang, thermohygrometer, timbangan digital, dan metline. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, rancangan menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dan analisis menggunakan Analisis Variansi (ANOVA). Rancangan terdiri dari 4 perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dengan masing-masing ulangan terdiri dari 5 ekor puyuh. Perlakuan terdiri dari R0 (tanpa suplementasi tepung biji alpukat 0%), R1 (tepung biji alpukat 3%), R2 (tepung biji alpukat 6%), R3 (tepung biji alpukat 9%). Hasil rataan penelitian bobot caecum secara berurutan R0 = 0,23±0,04; R1 = 0,26±0,05; R2 = 0,25±0,06 dan R3 = 0,23±0,03 sedangkan panjang caecum R0 = 7,67±0,70; R1 = 8,38±0,76; R2 = 8,64±1,38 dan R3 = 8,81±1,12. Hasil penelitian menunjukan bahwa suplementasi tepung biji alpukat (Persea americana mill) dalam pakan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot dan panjang caecum puyuh (Coturnix coturnix japonica). Dapat disimpulkan bahwa tepung biji alpukat sebagai suplemen sampai 9% memperoleh bobot dan panjang caecum puyuh betina yang relatif sama.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The study was conducted from January 3, 2019 to March 14, 2019. The study was conducted at Ketapang Farm, Sokaraja Kulon, Banyumas Regency, Central Java Province. This study aims to examine the effect of avocado seed flour as a supplement to the weight and length of the caecum. The material used in the study was 4 weeks old female quail totaling 100 birds, with an average body weight of 90.3 grams / head. Rearing for 10 weeks with 9 weeks of treatment and 1 week of preliminary. The equipment were included 20 cages with 35 x 30 x 25 cm3 size, 20 plots, manual gallons, lamps, thermohygrometers, digital scale, and metline. The research method used was experiment method, the design used Completely Randomized Design, and analysis used Variance Analysis (ANOVA). The design consisted of 4 treatments and each treatment was repeated 5 times and each replication was consisted of 5 quails. The treatment consisted of R0 (without supplementation of 0% avocado seed flour), R1 (3% avocado seed flour), R2 (6% avocado seed flour), R3 (9% avocado seed flour). The results of the average study of caecum weights were R0 = 0.23 ± 0.04; R1 = 0.26 ± 0.05; R2 = 0.25 ± 0.06 and R3 = 0.23 ± 0.03 while the caecum length R0 = 7.67 ± 0.70; R1 = 8.38 ± 0.76; R2 = 8.64 ± 1.38 and R3 = 8.81 ± 1.12. The results showed that the supplementation of avocado seed flour (Persea americana mill) in the ration had no significant effect (P> 0.05) on the weight and length of quail caecum (Coturnix coturnix japonica). It could be concluded that avocado seed flour as a supplement up to 9% obtained relatively similar weights and lengths of female quail caecum.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save