Home
Login.
Artikelilmiahs
25670
Update
TANTO
NIM
Judul Artikel
Perilaku Golongan Putih dalam Pilkades Warungpring Kabupaten Pemalang Tahun 2016
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini tentang perilaku golongan putih dalam pilkades warungpring Kabupaten Pemalang tahun 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan paradigma konstruktivisme, serta menggunakan perspektif institusionalisme dan pendekan studi kasus. Dalam pemelilihan informan, peneliti menggunakan dua teknik pemilihan informan diantaranya adalah teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Kerangka pemikiran yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya adalah Pemilihan Kepala Desa, Perilaku Poliitik, Elit dan Masa dan Perilaku Golongan Putih. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku golongan putih yang terjadi pada pemilihan kepala desa warungpring pada tahun 2016 adalah karena adanya kegagalan salah satu bakal calon yang gagal dalam tahap seleksi pilkades. Adanya pengaruh elit politik juga mempengaruhi sikap politik dalam pilkades. Massa pendukung bakal calon tersebut menilai ada kejanggalan dalam proses penetapan tes kesahatan yang menyatakan calon yang di usung mereka dinyatakan tidak sehat dan diisukan menggunakan narkoba. Tidak sampai disitu adanya hal tersebut berujung pada perilaku politik sebagian masyarakat yang kemudian memilih untuk golput karena mereka mengaku kecewa dengan pilkades tersebut. Akibatnya pada hari pemilihan kepala desa prosentasi pemilih hanya 43% atau tidak memenuhi syarat kourum sesaui dengan perda nomor 10 tahun 2016 di Kabupaten Pemalang. Kemudian pilkades diulang 7 hari setelah putaran pertama dengan himbauan dari pemerintah daerah, polsek setempat serta pemerintah kecamatan warungpring agar pilkades memenuhi syarat kuorum. Kata Kunci: Pemilihan Kepala Desa, Perilaku Politik, Perilaku Golongan Putih
Abtrak (Bhs. Inggris)
The purpose of this study was to describe and explain how the behavior of the white group in the election of Warungpring Village in 2016. The method used in this study was a qualitative method using the constructivism paradigm, and using an institutionalist perspective and a case study mentor. In selecting informants, researchers used two informant selection techniques including purposive sampling and snowball sampling techniques. Data collection used in this study is carried out by observation techniques, in-depth interviews, and documentation. The frame of mind used in this study included the Village Chief Election, Polyitic Behavior, White Group Behavior. The results showed that the behavior of the white group that occurred in the warungpring village head election in 2016 was due to a failure of one of the prospective candidates who failed the election election process. The mass of supporters of the candidates assessed the irregularities in the process of determining the health test which stated that candidates in their stretchers were declared unhealthy and rumored to use drugs. It did not arrive there, this led to the political behavior of some people who later chose to abstain because they claimed to be disappointed with the election. As a result, on the day of the village head election the percentage of voters was only 43% or did not meet the requirements of the quorum according to the regulation number 10 of 2016 in Pemalang District. Then the local election was repeated 7 days after the first round with appeals from the local government, the local police and the warungpring sub-district government so that the pilkades fulfilled the quorum requirements. Keywords: Village Chief Election, Political Behavior, White Group Behavior
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save