Home
Login.
Artikelilmiahs
25567
Update
IKRIMA MAULIDA
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN PRAKTIK ERGONOMI DENGAN TINGKAT NYERI MUSKULOSKELETAL PADA DOKTER GIGI YANG BEKERJA DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Dokter gigi merupakan profesi yang membutuhkan ketelitian, biasanya dokter gigi melakukan perawatan pada pasien dengan posisi tubuh yang statis dan kaku dalam waktu yang cukup lama sehingga risiko terjadinya Musculoskeletal disorders (MSDs) atau gangguan muskuloskeletal cukup tinggi. Salah satu faktor penyebab gangguan muskuloskeletal yaitu praktik ergonomi dokter gigi yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan praktik ergonomi dengan tingkat nyeri muskuloskeletal pada dokter gigi yang bekerja di Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini adalah observasi analitik. Rancangan penelitian ini berupa cross sectional study. Lokasi penelitian ini adalah di tempat praktik dokter gigi yang bekerja di Kabupaten Banyumas. Subjek penelitian dipilih dengan cara purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Sampel penelitian sebanyak 33 responden dokter gigi. Cara pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yaitu kuesioner Cornell Musculoskeletal Discomfort Quesioneires (CMDQ) untuk mengukur tingkat nyeri muskuloskeletal, dan kuesioner Test of Visual Perception (TVP) untuk melihat praktik ergonomi dokter gigi saat melakukan praktik. Hasil penelitian dianalisi dengan Chi-square dan dilanjut dengan uji koefisien kontingensi. Hasil analisis data menunjukkan nilai p=0,005 (p<0,05) dengan C=0,493 sehingga dapat disimpulkan adanya hubungan antara praktik ergonomi dengan tingkat nyeri muskuloskeletal pada dokter gigi yang bekerja di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik ergonomi yang tidak tepat akan meningkatkan risiko terjadinya nyeri muskuloskeletal.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Dentist is a profession which requires thorough actions in dental treatments therefore force the dentists to be in static and stiff positions for a long time. Dentist are at higher risk for work-related musculoskeletal disorders compared to general population. One of the factor that cause the musculoskeletal disorders is improper ergonomic design in dental practice. This research discussed the relation between dental ergonomics and level of musculoskeletal disorders among dentists in Banyumas Regency. The research was an analytical observation using cross-sectional approach. The research was located in dental practices in Banyumas Regency. The study subjects were selected with purposive sampling based on inclusion and exclusion criterias. Thirty-tree dentists were appointed as study subjects. The data were collected using Cornell Musculoskeletal Discomfort Quesioneires (CMDQ) to measure the level of musculoskeletal pain and the Test of Visual Perception Questioner to observe the ergonomic practice respondents. The data was analyzed using Chi-Square test and continued with contingency coefficient test. The analysis showed p-value 0.005 (p<0.05) and C=0.493 which meant there was a relation between dental ergonomics and the level of musculoskeletal disorders among dentists in Banyumas Regency. It is concluded that the improper ergonomic design in dental practices will increase the risk of musculoskeletal disorders.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save