Home
Login.
Artikelilmiahs
25460
Update
FOMI LINDARI
NIM
Judul Artikel
Collaborative Governance dalam Program Sanitasi Perkotaan Berbasis Masyarakat (SPBM) di Tiga Kelurahan Di Kecamatan Purwokerto Selatan
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Collaborative governance merupakan suatu paradigma yang banyak digunakan dalam penyelesaian permasalahan publik atau pelaksanaan kebijakan-kebijakan dan program-program kebutuhan masyarakat agar bisa dilakukan secara efektif dan bertanggungjawab. Collaborative governance dapat diterapkan dalam pelaksanaan Program Sanitasi Perkotaan Berbasis Masyarakat (SPBM) yang merupakan salah satu program dari pemerintah dalam rangka untuk menciptakan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, baik secara individu maupun kelompok. Melalui program ini, masyarakat diharapkan turut berpartisipasi memecahkan berbagai permasalahan yang terkait pada upaya peningkatan kualitas kehidupan, kemandrian dan kesejahteraan dengan mekanisme pelaksanaannya yaitu pemberdayaan dan pelibatan penuh peran serta masyarakat dalam pelaksanaan program. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi collaborative governance dalam pelaksanaan program dan mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan collaborative governance dalam pelaksanaan Program SPBM di Kecamatan Purwokerto Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif dan validitas data yang digunakan adalah triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi collaborative governance dalam pelaksanaan Program SPBM di Kecamatan Purwokerto Selatan telah berjalan, adapun faktor pendorong dan penghambat pelaksanaan collaborative governance adalah masih rendahnya akuntabilitas diantara masyarakat sehingga di beberapa wilayah jumlah sasaran pengguna belum mencapai target dan partisipasi masyarakatnya rendah. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya nyata dari pemerintah setempat dengan melakukan pelibatan penuh tokoh-tokoh masyarakat yang dianggap berpengaruh dalam setiap sosialisasi-sosialiasasi program dan pelaporan secara rutin kepada masyarakat melalui selebaran-selebaran.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Collaborative governance is a paradigm that is widely used in solving public problems or implementing policies and programs for public needs so that they can be carried out effectively and responsibly. Collaborative governance can be applied in the implementation of Program Sanitasi Perkotaan Berbasis Masyarakat (SPBM), which is a program from the government in order to create and improve the quality of life of the society, both individually and in groups. Through this program, the public is expected to participate in solving various problems related to efforts to improve the quality of life, independence and welfare with the implementation mechanism, namely empowerment and full involvement of public participation in the implementation of the program. The purpose of this study is to find out the implementation of collaborative governance in the implementation of the program and find out the factors that support and hinder the implementation of collaborative governance in the implementation of the SPBM in South Purwokerto District. The research method used is a qualitative approach. The informant retrieval technique uses purposive sampling technique. The data analysis technique used is interactive analysis techniques and the data validity used is triangulation. The results of this study indicate that the implementation of collaborative governance in the implementation of the SPBM South Purwokerto Subdistrict has been running, while the driving factors and obstacles to the implementation of collaborative governance are still low accountability among the people so that in some areas the target number of users has not reached the target and public participation is low. Therefore, real efforts from the local government are needed by involving all society leaders who are considered influential in each program socialization and routine reporting to the society through leaflets.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save