Home
Login.
Artikelilmiahs
25346
Update
IQTIKAFUL FURQONI
NIM
Judul Artikel
TATA KELOLA FORUM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY SATRIA DI KABUPATEN BANYUMAS DALAM PERSPEKTIF COLLABORATIVE GOVERNANCE
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya keterbatasan anggaran pemerintah untuk dapat menyelesaikan semua permasalahan serta program yang direncanakan. Padahal, di sisi lain potensi dana CSR yang dimiliki Indonesia saat ini cukup besar. Kondisi demikian menjadikan CSR dapat dijadikan sebagai alternatif terobosan untuk menyelesaikan permasalahan di suatu daerah, diantaranya melalui pembentukan Forum CSR. Forum CSR SATRIA yang ada di Kabupaten Banyumas melibatkan berbagai pihak seperti pemerintah daerah, perusahaan, akademisi, LSM, serta media massa yang saling berkolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah melalui CSR. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk mengetahui tata kelola Forum CSR SATRIA di Kabupaten Banyumas dalam perspektif collaborative governance. Tulisan ini terdiri dari lima bagian. Bagian pertama secara singkat mengenalkan fenomena CSR di Indonesia, khususnya dengan dibentuknya Forum CSR di daerah. Bagian kedua menguraikan konsep yang mendasari penelitian ini, yaitu konsep governance, collaborative governance dan CSR. Bagian ketiga menguraikan desain penelitian, yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Lokasi penelitian di Kabupaten Banyumas, dengan sasaran dalam yang terdiri dari unsur pemerintah, swasta, media massa, LSM, masyarakat, dan akademisi. Pemilihan informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Metode analisis data yang digunakan yaitu interaktif. Bagian keempat menguraikan tata kelola Forum CSR di Kabupaten Banyumas dan pendapat informan. Bagian kelima menyimpulkan mengenai tata kelola Forum CSR dari perspektif teoritik yang digunakan. Hasil penelitian menemukan bahwa adanya tatap muka merupakan progres awal yang baik dalam tata kelola Forum CSR SATRIA di Kabupaten Banyumas, tetapi masih ada beberapa aspek yang belum maksimal. Oleh karena itu, perlu meningkatkan upaya dalam mengajak dunia usaha untuk dapat terlibat dalam Forum CSR SATRIA. Dalam hal ini, peran pemerintah daerah menjadi salah satu kunci agar dunia usaha mau terlibat, diantaranya dengan memberikan pemahaman kepada dunia usaha mengenai regulasi yang sudah ada berkaitan dengan kegiatan CSR.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research is motivated by the limitations of the government budget to be able to solve all the problems and programs planned. In fact, on the other hand the potential of CSR funds owned by Indonesia is currently quite large. Such conditions make CSR can be used as a breakthrough alternative to solve problems in a region, including through the establishment of a CSR Forum. The SATRIA CSR Forum in Banyumas Regency involves various parties such as local governments, companies, academics, NGOs, and mass media that collaborate with each other in supporting regional development through CSR. Therefore, this paper aims to determine the governance of the SATRIA CSR Forum in Banyumas Regency in the perspective of collaborative governance. This paper consists of five parts. The first part briefly introduces the phenomenon of CSR in Indonesia, especially with the establishment of CSR Forums in the regions. The second part outlines the concepts underlying this research, namely the concepts of governance, collaborative governance and CSR. The third part describes the research design, namely qualitative research with a phenomenological approach. The research location is in Banyumas Regency, with an internal target consisting of government, private sector, mass media, NGOs, society, and academics. The selection of informants was carried out using purposive sampling and snowball sampling techniques. Data analysis method used is interactive. The fourth part describes the governance of CSR Forum in Banyumas Regency and the opinions of informants. The fifth section concludes about the governance of the CSR Forum from the theoretical perspective used. The results of the study found that the presence of face-to-face is a good initial progress in the governance of the SATRIA CSR Forum in Banyumas Regency, but there are still some aspects that have not been maximized. Therefore, it is necessary to increase efforts to invite the business community to be involved in the SATRIA CSR Forum. In this case, the role of regional government is one of the keys for the business world to be involved, including by providing an understanding of the business world regarding existing regulations relating to CSR activities .
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save