Home
Login.
Artikelilmiahs
25339
Update
PASCA FATWA SUKMAWATI
NIM
Judul Artikel
SISTEM KOMUNIKASI INTRAPERSONAL DALAM PENERAPAN STRATEGI COPING OLEH ANAK KORBAN PERCERAIAN (Studi Kasus Pada Mahasiswa Korban Perceraian di Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Mahasiswa di masa emerging adulthood memiliki latar belakang yang berbeda-beda, diantaranya ada yang orang tuanya bercerai. Fenomena perceraian di Indonesia masih tinggi, selain itu pencegahannya pun belum efektif dan sangat kompleks. Hal itu beresiko meningkatnya jumlah anak sebagai korbannya yang harus menghadapi tekanan dampak perceraian. Untuk itu diperlukan strategi coping sebagai cara mengatasi dampak yang dialami. Dengan adanya sistem komunikasi intrapersonal, penulis ingin mengetahui bagaimana anak memahami fenomena pengalamannya sebagai anak korban perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana sistem komunikasi intrapersonal dalam penerapan strategi coping pada anak korban perceraian. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pemilihan informan dengan purposive sampling empat orang mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Jenderal Soedirman. Hasil menunjukan bahwa sistem komunikasi intrapersonal dalam penerapan strategi coping berfungsi sebagai prasarana bagi anak korban perceraian menentukan keputusan strategi coping apa yang diterapkan. Elemen pertama yang menyadarkan anak tentang garis besar latar belakang perceraian orang tua yaitu sensasi terutama melihat, mendengar dan merasakan. Lalu berakhir pada elemen paling dominan yaitu berpikir. Dari elemen tersebut, anak bisa mengetahui bagaimana penerapan strategi coping untuk dirinya yang berupa sikap dan tindakan. Strategi coping yang diterapkan oleh anak korban perceraian yaitu melakukan konfrontasi, mencari dukungan dan saran dari orang lain, memproyeksikan relasi dengan orang tua, mendengarkan hati nurani, bersikap masa bodoh, menerima keadaan, bertanggung jawab atas keberlanjutan hidup pribadi, dan mengalihkan perhatian. Namun yang paling tepat untuk diterapkan adalah menerima keadaan. Untuk mengatasi dampak tersebut, fungsi afeksi dari orang tua yang didukung juga dengan kestabilan finansial sangat membantu bagi psikologis anak.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Students college in emerging adulthood have different backgrounds, including those whose parents divorced. The phenomenon of chart divorce in Indonesia show us high number, besides that prevention of divorce still not yet effective and very complex. It may increasing number of broken home children who have to accept the pressure of the effects by divorce. For this reason, a coping strategy is needed as a way to overcome the impact of divorce. With the existence of an intrapersonal communication system, the author wants to know how children can determine her own minds, attitudes and actions. This study aims to describe how the intrapersonal communication system in applying coping strategies to broken home children. The method used is descriptive qualitative with a case study approach. The author interviewed four students Communication Science of the Jenderal Soedirman University. The results show that the intrapersonal communication system in the application of coping strategies serves as an infrastructure for divorced child victims to decide what coping strategies to implement. The first element that makes children aware of the outline of the background of parental divorce is sensation of seeing, hearing and feeling. Then it ends at the most dominant element, which is thinking. From these elements, children can find out how the application of coping strategies for themselves in the form of attitudes and actions. Coping strategies that are applied by divorce victims are confrontation, seeking support and advice from others, projecting relationships with parents, listening to conscience, being ignorant, accepting circumstances, being responsible for sustainability, and diverting attention. But the most appropriate thing to do is to accept the situation. To overcome this impact, the affective function of parents who are also supported by financial stability good for the child's psychology.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save