Home
Login.
Artikelilmiahs
25265
Update
TIKA MARDIANTI LESTARI
NIM
Judul Artikel
DINAMIKA DAN INTERAKSI AKTOR DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA SERANG DI KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan pola dinamika dan interaksi aktor dalam pengembangan Desa Wisata Serang di Kabupaten Purbalingga, mengetahui dan mendeskripsikan aktor-aktor yang terlibat dalam pengembangan Desa Wisata Serang serta mengetahui dan mendeskripsikan faktor kontekstual pendorong dinamika dan interaksi aktor dalam pengembangan Desa Wisata Serang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai perspektif strukturalis dan paradigma konstruktivisme. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa dinamika yang terjadi berawal dari hubungan asosiatif khususnya kerjasama menjadi konflik yang mengarah pada dua pola, yaitu pola dinamika internal dan eksternal. Pola dinamika internal menunjukkan konflik aktor intrapemerintahan desa melalui empat pola yang terjadi secara bertahap. Pertama, konflik antara Komunitas Serang Adventure dengan Pemerintah Desa Serang. Kedua, potensi kelembagaan Badan Usaha Milik Desa. Ketiga, Efek pecahnya relasi Komunitas Serang Adventure. Keempat konflik antara Lembaga Masyarakat Desa Hutan dan Pemerintah Desa Serang. Pola dinamika eksternal mengarah pada konflik antara Dinas Pariwisata dengan Komunitas Gumapala. Kemudian, adanya tarik menarik kepentingan melalui interaksi aktor dalam keputusan pengelolaan obyek wisata. Aktor-aktor yang terlibat dalam pengembangan Desa Wisata Serang terbagi menjadi aktor dominan dan nondominan. Aktor dominan adalah Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa Serang, Perhutani KPH Banyumas Timur, LMDH, BUMDes, Pegiat Wisata serta Pokdarwis. Aktor nondominan adalah pengusaha lokal dan masyarakat. Ada tiga faktor kontekstual pendorongnya adalah faktor sosial, yaitu kegiatan pemberdayaan masyarakat, faktor politik, yaitu kewenangan desa versus kepentingan serta faktor ekonomi, yaitu ketersediaan dana dan tuntutan pasar. Fenomena pengembangan Desa Wisata Serang menunjukkan Lembah Asri sebagai obyek wisata paling maju karena adanya penguasaan struktur elit–elit desa yang memiliki sumber daya ekonomi kuat. Obyek Wisata Pudang Mas, Sikopyah dan Wadas Gantung terus berkembang. Sedangkan, Obyek Wisata Kampung Kurcaci akhirnya mati suri. Kesimpulannya, Desa Wisata Serang berhasil berkembang dengan mengikuti dinamika dan interaksi aktor yang terus terjadi. Kesimpulan ini mengarah pada temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa menunjukkan adanya konflik yang melahirkan oligarki desa. Pada satu sisi oligarki desa menjadi pendorong Desa Wisata Serang untuk terus berkembang. Sayangnya, sisi yang lain menunjukkan terjadinya konflik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research-based paper aims at understanding and describing the dynamic pattern and interaction of actors Developing Serang Tourist Village in Purbalingga regency, knowing and describing the actors involved in Developing Serang Tourist Village and contextual factors driving the dynamic and interaction of actors in Developing Serang Tourist Village. This research uses a qualitative method and a case–study approach in the framework of the structuralist perspective and the constructivism paradigm, the result of the research reveals the dynamic pattern showing the interaction of actors starting from associative relations especially cooperation to conflict that tends to two patterns, i.e. internal and external dynamic. Internal dynamic pattern showing conflict of intra village government actors gradually escalated into four pattern. First, conflict between Serang Adventure Community and Serang Village Government. Second, Institutional potential of village-owned business entity. Third, the effect of split relation in Serang Adventure Community. Fourth, conflict between Hutan Village Community Institution and Serang Village Government. External dynamic pattern that tends to conflict between Tourism Office and Gumapala’s community. Thereafter, there are interest through actors’ interaction in tourist attraction manager’s decision. Actors involved in Developing Serang Tourist Village devided into dominant actor and nondominant actor. Dominant Actor are local government, serang village government, eastern banyumas forest management unit of perhutani, lmdh, village-owned business entity, tourist activist, and travel conscious group. Nondominant actors are local businessman, and local community. There are three driving contextual factor: social factor, community empowerment activities; politic factor, village authority versus interest; and also economic factor, availability of fund and market demand. Phenomenon of Serang Tourism Village developing showing Lembah Asri as the most developed tourist attraction because there are domination structure of village elites that have strong economic resource. Pudang Mas, Sikoyah and Wadas Gantung tourist attraction is still developing. Meanwhile, Kampung Kurcaci tourist attraction in the end is in apparent death. The conclusion of this research is serang tourist village succeed in developing as tourist village by complying to actor’s dynamics and interactions that keeps happening. This conclusion pointing on research’s discovery that unveiled that there are conflict which create village oligarchy. In one hand oligarchy become driving force of serang tourist village development. Unfortunately, in the other hand shows there is conflict
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save