Home
Login.
Artikelilmiahs
25166
Update
SITI FATIMAH
NIM
Judul Artikel
Pengaruh Kombinasi Benzyl Amino Purine (BAP) dan Naphthalene Acetic Acid (NAA) Terhadap Induksi Beberapa Genotipe Pisang (Musa paradisiaca L.) Secara In Vitro
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pisang merupakan tanaman hortikultura yang banyak tumbuh di lingkungan tropis yang memiliki potensi tinggi untuk dikelola. Tanaman pisang telah menjadi komoditas ekspor dan impor di pasar internasional. Peningkatan produksi pisang perlu dilakukan agar dapat bersaing dengan Negara lain salah satu caranya dengan menyediakan bibit unggul. Bibit unggul dapat diperoleh dari kultur in vitro. Keberhasilan kultur in vitro dipengaruhi dengan ZPT. ZPT yang sesuai dapat meningkatkan pertumbuhan eksplan dan sebaliknya ZPT yang tidak sesuai akan menghambat pertumbuhan eksplan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh pemberian Benzyl Amino Purine (BAP) dan Naphthalene Acetic Acid (NAA) terhadap perbanyakan tanaman pisang, dan 2) mengetahui kombinasi BAP dan NAA terbaik yang cocok untuk tanaman pisang terhadap perbanyakan secara kultur in vitro. Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan menggunakan dua faktor, yaitu faktor genotipe dan faktor kombinasi ZPT. Genotipe pisang yang digunakan yaitu pisang ambon (Musa acuminata), pisang kepok (M. paradisiacal forma Typica), pisang mas (M. acuminata), pisang susu (M. acuminata), dan pisang tanduk (M. acuminate var. Typica). Faktor kombinasi ZPT yang diberikan adalah P1 (MS tanpa BAP dan NAA); P2 (MS + BAP 1 ppm + NAA 0,05 ppm); dan P3 (MS + BAP 3 ppm + NAA 0,05 ppm). Hasil Penelitian yang diperoleh yaitu tingkat kontaminasi pada penelitian ini sebesar 51,67%, meliputi eksplan yang terkontaminasi jamur sebesar 26,11% dan eksplan yang terkontaminasi bakteri sebesar 25,56%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa : 1) pada penelitian ini varietas pisang yang paling responsif terhadap kombinasi ZPT yang diberikan yaitu pisang ambon, dan 2) pemberian ZPT kombinasi antara BAP dan NAA yang terbaik pada penelitian ini terjadi pada eksplan dengan perlakuan media P2 (MS + BAP 1 ppm + NAA 0,05 ppm ).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Banana is a horticulture plant that grows in tropical environments and has high potential due to increasing consumption. Increasing banana production needs to be done by providing superior seedlings. Superior seedlings can be obtained from in vitro culture. The success of in vitro culture is strongly influenced by Plant Growth Regulation (PGR).This research aimed to: 1) determine the effect of giving Benzyl Amino Purine (BAP) and Naphthalene Acetic Acid (NAA) to the micropropagation of banana plants, and 2) determine the best combination of BAP and NAA suitable for banana plants in vitro culture multiplication. A completely randomized block (RCBD) was used with two factors which were banana genotype and combination of BAP and NAA. The banana genotypes were pisang ambon (Musa acuminata), pisang kepok (M. paradisiacal forma Typica), pisang mas (M. acuminata), pisang susu (M. acuminata), dan pisang tanduk (M. acuminate var. Typica). Combinations of BAP and NAA that were used in this research were P1 (MS without ZPT); P2 (MS + BAP 1 ppm + NAA 0,05 ppm); and P3 (MS + BAP 3 ppm + NAA 0,05 ppm). The results showed that level of contamination in this study of 51.67%, including explants contaminated with fungi of 26.11% and explants contaminated with bacteria of 25.56%. The most responsive banana variety for the given combination of BAP and NAA was pisang ambon. The best combination of BAP and NAA in this study was with addition of BAP 1 ppm + NAA 0,05 ppm.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save