Home
Login.
Artikelilmiahs
24919
Update
DESSI WULANDARI
NIM
Judul Artikel
ANALISIS KONSUMSI RUMAH TANGGA PENDERES DI DESA BINANGUN KECAMATAN MREBET KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kriteria rumah tangga (perokok dan bukan perokok), pendapatan keluarga, jumlah tanggungan keluarga terhadap konsumsi rumah tangga dan menganalisis faktor mana yang paling mempengaruhi konsumsi rumah tangga penderes di Desa Binangun Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga. Jumlah sampel adalah 96 orang penderes di Desa Binangun Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga. Alat analisis yang digunakan adalah uji asumsi klasik, analisis regresi berganda model variabel dummy, uji statistik dan perhitungan elastisitas. Penelitian ini memiliki kebaruan di mana variabel kriteria rumah tangga (perokok dan bukan perokok) belum pernah digunakan oleh peneliti lain. Hasil penelitian ini adalah kriteria rumah tangga terdapat perbedaan antara penderes perokok dan penderes bukan perokok dalam mempengaruhi konsumsi rumah tangga penderes. Konsumsi rumah tangga perokok adalah sebesar 0,873 juta rupiah per bulan, sedangkan rumah tangga bukan perokok sebesar 0,477 juta per bulan. Hasil penelitian menemukan juga bahwa penderes perokok lebih produktif yaitu sebesar 7,161 liter per jam dibandingkan yang bukan perokok yaitu sebesar 6,834 liter per jam. Pendapatan keluarga dan jumlah tanggungan keluarga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi rumah tangga penderes. Variabel pendapatan keluarga adalah variabel yang paling mempengaruhi konsumsi rumah tangga penderes. Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah harus menaikan cukai rokok untuk menekan jumlah konsumsi rumah tangga yang besar yang diakibatkan adanya alokasi rokok dan sosialisasi bahaya rokok bagi kesehatan penderes. Kepala keluarga perokok diharuskan mencari pendapatan tambahan supaya pendapatan keluarga lebih besar dibandingkan konsumsi rumah tangga. Penderes dan Istri harus melakukan program Keluarga Berencana (KB) untuk menekan jumlah anggota keluarga yang berlebih dan mengurangi jumlah konsumsi rumah tangga. Diharapkan variabel produktifitas dapat diteliti pada penelitian selanjutnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to analyze the influence of household criteria (smokers and nonsmokers), family income, number of family dependents on household consumption and analyze which factors most influence the household consumption of tapper in Binangun Village, Mrebet Sub-District, Purbalingga Regency. The number of samples is 96 people in the village of Binangun, Mrebet District, Purbalingga Regency. The analytical tool used is the classical assumption test, multiple regression analysis dummy variable model, statistical test and calculation of elasticity. This study has a novelty in which household criteria variables (smokers and nonsmokers) have never been used by other researchers. The result of this study is that there are differences in household criteria between smokers and non-smokers in influencing the household consumption of tapper. The consumption of smoker households is 0.873 million rupiah per month, while non-smoker households are 0.477 million rupiah per month. The results of the study also found that smokers were more productive in the amount of 7.161 liters per hour compared to nonsmokers, which was 6.834 liters per hour. Family income and the number of family dependents have a positive and significant influence on the household consumption of tapper. The family income variable is the variable that most influences the household consumption of tapper. The implication of this research is that the government must raise cigarette excise to reduce the amount of large household consumption due to the allocation of cigarettes and the socialization of the dangers of cigarettes to the health of tapper. The head of the smoker's family is required to seek additional income so that family income is greater than household consumption. Tapper and wives must carry out Family Planning (KB) programs to reduce the number of excess family members and reduce the amount of household consumption. It is expected that productivity variables can be examined in future studies.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save