Home
Login.
Artikelilmiahs
24767
Update
GANJAR CAHYO APRIANTO
NIM
Judul Artikel
KARAKTERISTIK RELUNG BURUNG LUNTUR JAWA (Apalharpactes reinwardtii Temminck, 1822) DI LERENG SELATAN GUNUNG SLAMET JAWA TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Luntur Jawa (Apalharpactes reinwardtii Temminck, 1822) adalah burung endemik Pulau Jawa yang termasuk ordo Trogoniformes. Persebaran Luntur Jawa tidak luas dan tercatat hanya ada pada hutan pegunungan di Pulau Jawa dengan status rentan terhadap kepunahan (vulnerable). Kerentanan terhadap kepunahan dikarenakan hutan alam sebagai habitatnya semakin berkurang, hingga hanya tersisa 5,3% dari seluruh luasan Pulau Jawa. Pendataan terfokus di empat ketinggian berbeda, yang tingkat perjumpaan dengan Luntur Jawa relatif sering. Ketinggian tersebut meliputi 1.244 mdpl, 1.442 mdpl, 1.818 mdpl, dan 2.073 mdpl. Karakteristik relung diketahui dengan melihat kebiasaan / perilaku suatu individu di lingkungannya. Persebaran burung Luntur Jawa di lereng selatan Gunung Slamet adalah mengelompok. Sebaran vertikal Luntur Jawa pada tajuk hutan berkisar pada ketinggian 3 – 17 meter (strata tengah) tajuk hutan. Frekuensi perjumpaan dengan Luntur Jawa adalah 1,61 atau cukup sering dijumpai. Burung Luntur Jawa merupakan burung insectivorous – frugivorous. 10 jenis tumbuhan dan 6 jenis serangga dimanfaatkan oleh burung Luntur Jawa selama penelitian berlangsung. Aktivitas burung Luntur Jawa terbagi menjadi lima kategori, yaitu perching (57,92%), foraging (15,83%), preening (3,20%), moving (12,27%), dan flying (10,79%). Masa reproduksi burung Luntur Jawa pada bulan Juni – September dan membuat sarang di lubang pohon yang sudah lapuk. Lubang sarang Luntur Jawa teridentifikasi pada pohon Prentilan Lanang (Xanthophyllum cf excelsum), Anggrung (Trema orientalis), dan Palem (family Arecaaceae).
Abtrak (Bhs. Inggris)
Javan Trogon (Apalharpactes reinwardtii Temminck, 1822) is an endemic bird of Java which belongs to the order Trogoniformes. The distribution of Javan Trogon is narrow and only recorded in forests mountain on Java Island with vulnerable status. Vulnerability to extinction is due to diminishing natural forest, leaving only 5.3% of the total area on Java. Data collection is focused on four different heights, the level of encounter with Javan Trogon is relatively frequent. The altitude is divided into 1.244 masl, 1.442 masl, 1.818 masl, and 2.073 masl. The characteristics of the niche are known by looking at the habits / behavior of an individual in his environment. The distribution of the Javan Trogon on the southern slope of Mount Slamet is clustered. The vertical distribution ranges from 3 - 17 meters (middle strata) forest canopy. Frequency of encounters is 1.61, meaning that it is quite often encountered. Javan Trogon is an insectivorous - frugivorous bird. A total of 10 types of plants and 6 types of insects were used by the Javan Trogon during the research. Javan Trogon activities are divided into five categories, namely perching (57.92%), foraging (15.83%), preening (3.20%), moving (12.27%), and flying (10.79%) . The breeding period of the bird in June - September and makes nests in the rotten tree holes. The hole was identified on the Prentilan Lanang tree (Xanthophyllum cf excelsum), Anggrung (Trema orientalis), and Palm (family Arecaaceae).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save