Home
Login.
Artikelilmiahs
24677
Update
MONIQ RIZKI HAPSARI
NIM
Judul Artikel
ANALISIS PEMBEBANAN JARINGAN JALAN AKIBAT PENGGUNAAN LAHAN PERUMAHAN DI KOTA PURBALINGGA DENGAN METODE ALL-OR-NOTHING
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perkembangan Indonesia ditandai dengan perkembangan yang terjadi pada kota-kotanya. Purbalingga adalah salah satu contoh bagaimana perkembangan suatu kota kecil. Perkembangan ini ditunjukan dengan peningkatan jumlah rumah tangga yang selanjutnya akan membutuhkan kebutuhan lahan untuk rumah dan kegiatan. Selanjutnya dari pertumbuhan lahan perumahan tersebut akan menghasilkan pergerakan dari perumahan ke kegiatan yang lainnya. Tetapi bagaimanapun juga hal itu dapat menyebabkan masalah transportasi jika ketersediaan (supply) tidak dapat memenuhi ketersediaan (supply) yang terkait dengan infrastruktur. Untuk mengurangi masalah transportasi, antara permintaan and ketersediaan sistem harus seimbang. Kondisi ini dapat diwujudkan dengan perencanaan transportasi. Dalam perencanaan transportasi empat tahap langkah pertama yang dilakukan yaitu membuat suatu Matriks Asal Tujuan (MAT). MAT merupakan matriks dua dimensi berisi jumlah pergerakan antar zona. MAT belum bisa berbicara banyak jika belum diketahui akan melewati rute mana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rute perjalanan prioritas dan pembebanannya ke jaringan jalan. Rute perjalanan dipilih berdasarkan rute terpendek dengan algoritma Floyd-Warshall. Sedangkan pembebanan jaringan jalan dihitung dengan metode All-Or-Nothing. Metode ini mengganggap semua pejalanan dari i ke j akan mengikuti rute tercepat (jarak, waktu, biaya). Metode ini mengesampingkan faktor kemacetan. Hasil analisis menunjukan apabila jarak antar zona dekat maka rute perjalanan terpendeknya berupa jalan lurus. Tetapi tidak dengan antar zona yang mempunyai jarak yang jauh satu sama lainnya. Dari hasil pembebanan, volume pergerakan terbesar yaitu 188 pergerakan/hari dan volume pergerakan terkecil yaitu 1 pergerakan/hari. Jumlah pergerakan yang sedikit akan mengakibatkan volume pada pembebanan jaringan jalan sedikit pula.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The development of Indonesia is marked by the developments across the cities.Purbalingga is an example how a small city develops. It’s showed by increasing number of households that results then the needs of lands for housing and activities. Futher it’s followed by the growth of residential areas that ini turn generate movements from residential area to other activities. However it can produce transport problems when the supply can’t meet the supply regarding infrastructure provision. In order to reduce the transportation problems, the transportation supply and demand system must be balanced. This condition can be treated through transportation planning process. In transportation planning the first step is to make a Origin Destination Matrix (O D Matrix). The O D Matrix is a two-dimensional matrix containing the number of movements between zones. MAT cannot tell much if it is not yet known which route will go. This study aims to determine the priority routes and their trip assignments. Travel routes are chosen based on the shortest route with the Floyd-Warshall algorithm. While the trip assignments are calculated by the All-Nothing method. This method assumes that all trips from i to j will follow the fastest route (distance, time, cost). This method overrides the congestion factor. Resulting from the study, the inter zone that have close distances have straight line as the shortest route. But for distant zone it can’t be straight line. From the results of assignment, the largest volume of movement is 188 smp / hour and the smallest movement volume is 1 smp/hour. The lower the movements, the lowers the assignments.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save