Home
Login.
Artikelilmiahs
24590
Update
WICI DWI CAHYANINGRUM
NIM
Judul Artikel
ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUKSI KLANTING DI DESA KALIKIDANG KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Industri klanting merupakan industri pertanian yang memanfaatkan singkong sebagai bahan baku. Industri klanting mengolah singkong agar memiliki nilai tambah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui profil industri klanting di Desa Kalikidang, (2) mengetahui besarnya tingkat tenaga kerja yang terserap di industri klanting Desa Kalikidang, (3) mengetahui besarnya biaya, penerimaan, dan pendapatan pada industri klanting di Desa Kalikidang, (4) mengetahui nilai tambah dari pengolahan klanting di Desa Kalikidang. Penelitian dilaksanakan di Desa Kalikidang, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas pada tanggal 13 Agustus sampai dengan 12 September 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Penentuan responden menggunakan metode sensus dengan jumlah responden sebanyak 25 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis biaya, penerimaan, dan pendapatan, serta analisis nilai tambah. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Umur rata-rata pemilik industri klanting adalah 47,56 tahun. Lama usaha industri klanting rata-rata adalah 22,28 tahun. 2) Besarnya tingkat tenaga kerja yang terserap di industri klanting adalah sebesar 72 orang. Tenaga kerja hanya bekerja rata-rata adalah sebesar 5,39 jam saja dalam satu hari. Selain itu, upah tenaga kerja rata-rata pada industri klanting belum standar UMK yaitu sebesar Rp271.100,42 per bulan. 3) Total biaya produksi rata-rata adalah sebesar Rp3.718.836,34 per bulan. Penerimaan rata-rata yang diperoleh pengrajin adalah sebesar Rp5.020.540,00 per bulan. Pendapatan yang diperoleh rata-rata adalah sebesar Rp1.301.703,66 per bulan, 4) Nilai tambah yang dihasilkan oleh industri klanting adalah sebesar Rp2.240,03 per kilogram. Rasio nilai tambah sebesar 41,6% yang artinya 41,6 persen dari nilai output merupakan nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan singkong menjadi klanting.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The klanting industry is an agricultural industry that uses cassava as raw material. The klanting industry processes cassava to have added value. This study aims to: (1) find out the profile of the klanting industry in Kalikidang Village, (2) to find out the level of labor absorbed in the klanting industry in Kalikidang Village, (3) to know the cost, revenue, and profits of the lanting home industry in Kalikidang Village, (4) knows the added value of lanting processing in home industries in Kalikidang Village. The research was conducted in the village of Kalikidang, Sokaraja Subdistrict, Banyumas Regency on August 13 to September 12, 2018. The research method used was the survey method. Determination of the respondents using the census method with the number of respondents as many as 25. The analytical method used is descriptive analysis, cost analysis, revenue, and profits, and value added analysis. The results of the study show that: 1) The average age of the klanting industrial owner is 47.56 years. For a long time, the average klanting industry business was 22,28 years. 2) The level of labor absorbed in the clustering industry is 72 people. The workforce only works on an average of 5,39 hours per day. In addition, the average labor wage in the industry is not yet an UMK standard, which is Rp753,540.00 per month. 3) The total average production cost is Rp3,718,836.34 per month. The average income obtained by craftsmen is Rp5,020,540.00 per month. The income earned on average is Rp1,301,703.66 per month, 4) The added value generated by the klanting household industry is Rp.2,240.03 per kilogram. The value added ratio is 41.6%, which means that 41.6 percent of the output value is an added value obtained from processing cassava into klanting
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save