Home
Login.
Artikelilmiahs
24402
Update
CENDEKIA NUUR KHOOLIK
NIM
Judul Artikel
TATAKELOLA ALOKASI DANA DESA (ADD) DI DESA KEBANGGAN, KECAMATAN SUMBANG, KABUPATEN BANYUMAS TAHUN ANGGARAN 2016
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Alokasi Dana Desa (ADD) yang besarnya paling sedikit 10 % yang bersumber dari dana perimbangan yang diterima kabupaten/kota dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah setelah dikurangi Dana Alokasi Khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Tatakelola ADD di Desa Kebanggan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan dasar teori manajemen yang di jelaskan oleh George R. Terry yaitu Planning, Organizing, Actuating dan Controling (POAC), dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan teknik pemilihan informan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah model analisis interaktif dan keabsahan diuji dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tatakelola ADD di Desa Kebanggan Tahun 2016 yang di jalankan oleh masyarakat, pemerintah Desa Kebanggan dan pihak swasta belum sepenuhnya berhasil. Hal tersebut dapat dilihat pada proses perencanaan belum ada kesinergisan antar stakeholders seperti aspirasi masyarakat yang tidak diprioritaskan dan belum adanya keterlibatan pihak swasta secara transaparan. Pengorganisasian yang di lakukan belum maksimal melibatkan para stakeholders yang berkepentingan, Minimnya pelibatan stakeholders memunculkan asumsi negatif terhadap pihak pemerintah Desa Kebanggan sendiri. Penggerakkan dilakukan dengan mengedepankan ego pribadi, sehingga partisipasi masyarakat dalam musrenbangdes menurun, sedangkan pengawasan yang dilakukan pemerintah desa dilakukan belum sesuai prosedurnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Village Fund Allocation (Alokasi Dana Desa) that comes from 10% of the Balance Budget that received by the district/city in District Budget of Income and Cost, after reduced with Specific Budget Allocation. The purpose of this research is to understand the governance of Village Fund Allocation (ADD) in Kebanggan Village, Sumbang Sub-District, Banyumas Distric in 2016. This research uses management theory from George R. Terry, which are planning, organizing, actuating, and controlling (POAC) theories, with qualitative-descriptive method, and purposive sampling as a sampling technique. This research uses in-depth interview, observation, and documentation as a collecting data method. The analysis method of this research is interactive analysis with Source-Triangulation technique as a validation method. The result of this research shows that the governance of Village Fund in Kebanggan Village in 2016, which is implemented by people, Village Government, and private group haven’t successful. It can be seen from planning process. There’s no synergy between stakeholders and people’s aspiration doesn’t prioritize. There’s no participation from private group transparently. The organizing process hasn’t involved stakeholders maximally, and it causes a negative assumption to village government itself. The actuating process still put the ego first, so people’s participation in Musrembangdes (The Discussion for Village Development) decreased. The controlling process is run by the government done not according to the procedure.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save