Home
Login.
Artikelilmiahs
24277
Update
KHRISNA HANDIPANI RAKANAGARA
NIM
Judul Artikel
Wacana Transgender Dalam Serial Animasi "Wandering Son"
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Film merupakan salah satu media komunikasi massa yang banyak digunakan oleh orang untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat lain secara luas. Film banyak digunakan sebagai media komunikasi massa karena film mencakup aspek audio dan visual yang membuatnya lebih menarik. Berbicara mengenai film, bukan hanya film live action saja namun juga animasi pasti tidak akan lepas dengan apa yang terdapat di dalamnya seperti wacana. Seperti salah satu serial animasi Jepang berjudul Wandering Son, memiliki tema yang tidak biasa dari kebanyakan animasi yang ada. Peneliti memilih serial animasi Wandering Son karena serial animasi ini berisi mengenai kisah dua orang anak laki-laki dan perempuan yang merupakan transgender. Mereka berdua merasa tidak nyaman dengan gender biologis mereka. Serial animasi tersebut juga akan dikaitkan dengan teori queer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan paradigma kritis. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis wacana menurut Sara Mills. Analisis wacana Sara Mills ini menggunakan posisi subjek-objek dan pembaca untuk menjelaskan wacana transgender yang terdapat dalam serial animasi Wandering Son. Wacana transgender yang ditampilkan melalui posisi subjek-objek dan pembaca menjelaskan transgender yang diperlakukan tidak adil. Shuichi dan Yoshino yang merupakan karakter utama dalam serial animasi ini memperlihatkan kesulitan mereka untuk mengekspresikan diri mereka seperti yang mereka inginkan. Konstruksi sosial yang telah berkembang di masyarakat telah mengatur setiap orang untuk berperilaku sebagaimana konstruksi sosial yang telah dibuat. Hal tersebut yang membuat transgender berada pada posisi yang termarjinalkan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Film is one of mass media which used by a lot of people to tell message to other people widely. Film were used as mass media communication because film contain audio and visual aspect which make it’s interesting. Talking about film, we can’t skip anything inside it, such as discourse. There are many film that contain a lot of different idea inside it. Just like one of the Japanese serial animation titled “Wandering Son” which contain different theme from any other animation. Researcher choose the serial animation “Wandering Son” because this serial tell a story about a boy and a girl which is a transgender. They are not comfortable with their biologic gender. The serial would be compared with queer theory. This research used qualitative method and critical paradigm. Data analysis which used ini this research is critical discourse analysis Sara Mills. Sara Mills’s critical discourse used subject-object position dan reader position to describe transgender discourse in serial animation “Wandering Son”. Transgender discourse which shown by subject-object position and reader position describe transgender which get unfair treatment from the others. Shuichi and Yoshino which is the main character in this serial show their difficulties to express their self in their way. Social construction that have been there in the society have already decided that every people must act how the social construction that have been made. That social contrustion made transgender stand in the legitimate position.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save