Home
Login.
Artikelilmiahs
24173
Update
WILDAN ZARKASYI
NIM
Judul Artikel
STUDI GEOLOGI DAN PALEOENVIRONMENT BERDASARKAN DATA PALINOLOGI DAERAH LAKBOK DAN SEKITARNYA, KECAMATAN LAKBOK, KABUPATEN CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Bidang ilmu geologi memiliki peranan sangat penting dikalangan masyarakat, khususnya informasi mengenai kondisi geologi yang berkembang di suatu daerah. Daerah penelitian terletak di kecamatan Lakbok, kabupaten Ciamis, provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi daerah penelitian dan mengetahui karakteristik polen dan spora sebagai penciri lingkungan pengendapan masa lampau pada satuan endapan aluvial. Penelitian lapangan meliputi pemetaan permukaan dan pengambilan sampel core. Analisis laboratorium meliputi analisis palinologi dan analisis granulometri. Berdasarkan hasil penelitian, geologi daerah penelitian terdiri dari 3 satuan geomorfologi, yaitu satuan punggungan aliran lava batulawang, satuan dataran aluvial Puloerang, dan satuan punggungan tanggul alam Sukamukti. Struktur geologi pada daerah penelitian diambil secara regional serta berdasarkan interpretasi kelurusan bukit dan lembah. Litologi pada daerah penelitian terbagi menjadi 3, yaitu satuan batupasir, satuan lava andesit, dan satuan endapan aluvial. Berdasarkan hasil analisis palinologi dan granulometri secara keseluruhan dibagi menjadi dua zonasi polen. Pada zona polen 1 endapan sedimen mula-mula terendapkan pada lingkungan darat yaitu Reparian sampai Mangrove dengan penciri polen Reparian yaitu Chenopodiaceae dan Pandanus sp, sedangkan penciri polen Mangrove yaitu Rhizoporhaceae dan Avicennia, tetapi secara berangsur terjadi perubahan komposisi polen puncaknya pada kedalaman 260-240 cm dimana kehadiran polen Marine seperti Dynocyst dan Foraminifera test linning mendominasi. Diinterpretasikan pada zona polen 1 terjadi proses transgresi yang dibuktikan dengan pola sedimen yang menghalus ketas disertai dengan kehadiran polen Marine seperti Dynocyst dan Foraminifera yang yang sangat tinggi. Selanjutnya pada zona polen 2 di keadalaman 241- 1 cm terjadi kembali perubahan komposisi polen, diman polen Fresh water seperti Gramineae mendominasi dan menurunnya polen Marine. Pada saat kenaikan komposisi polen Fresh water, memperlihatkan juga kenaikan polen Reparian, Mangrove, dan Back mangrove. Diinterpretasikan pada zona polen 2 ini terjadi proses regresi yang dibuktikan dengan berubahnya pola sedimen menjadi mengkasar keatas disertai dengan mendominasinya kehadiran polen Fresh water yang diikuti dengan peningkatan kehadiran polen Reparian, Mangrove, dan Back mangrove serta menurunnya kehadiran polen Marine.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The geological science has a very important role in the community, especially information on the geological conditions that develop in the area. The research area is located in Lakbok district, Ciamis regency, West Java province. The purpose of this research is to determine the geological conditions of the research area and determine the characteristics of pollen and spores as a marker of paleoenvironment in alluvial deposit units. Field research includes surface mapping and core sampling. Laboratory analysis includes palinology analysis and granulometric analysis. Based on the results of the research, the geology of the research area consisted of 3 geomorphological units, including the Batulawang lava flow ridge unit, the Puloerang alluvial plain unit, and the Sukamukti natural embankment ridge unit. The geological structure in the research area was taken regionally and based on the interpretation of the hills and valleys shades. Lithology in the research area is divided into 3, including the sandstone unit, andesite lava unit, and alluvial deposit unit. Based on the results of palinology analysis and granulometry analysis, overall it was divided into two pollen zones. In pollen zone 1 initially the sediment is deposited in the land environment, from Reparian to Mangrove, with Reparian pollen characteristics such as Chenopodiaceae and Pandanus sp, while the Mangrove pollen character is Rhizoporhaceae and Avicennia, but gradually changes in pollen composition, peaks at a depth of 260-240 cm where the presence of Marine pollen such as Dynocyst and Foraminifera test linning is very dominating. Interpreted in the pollen zone 1, the transgression process occurs as evidenced by the finning upward sediment pattern accompanied by the presence of Marine pollen such as Dynocyst and Foraminifera which are very high. Furthermore, in the pollen zone 2 in the 241-1 cm depth there was a change in the pollen composition, where Fresh water pollen such as Gramineae dominated and decreased Marine pollen. When the increase in Fresh water pollen composition, shows also the increase in Reparian, Mangrove and Back mangrove pollen. Interpreted in the pollen zone 2 there was a regression process as evidenced by the change by the finning upward in sediment pattern accompanied by the dominance of the presence of Fresh water pollen followed by the increase in the presence of Reparian, Mangrove, and Back mangrove pollen, and the decreasing presence of Marine pollen.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save