Home
Login.
Artikelilmiahs
24154
Update
NACCA MULIA KHARISMA
NIM
Judul Artikel
ANALISIS PENGGUNAAN KEIGO DALAM INTERAKSI JUAL BELI DI JEPANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini menganalisis penggunaan keigo dalam interaksi jual beli di Jepang. Keigo adalah ungkapan rasa hormat yang digunakan penutur terhadap mitra tutur berdasarkan status sosial dan tingkat keakraban lawan bicara. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan bentuk tuturan yang digunakan oleh penjual terhadap pembeli dalam interaksi jual beli dan faktor sosial yang melatarbelakangi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskripstif kualitatif. Data dan sumber data yang digunakan bersifat alami yang diambil dari reality show, dokumenter dan video-video yang nyata menggambarkan kehidupan masyarakat Jepang, berupa percakapan yang mengandung ungkapan futsuukei dan keigo. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Berdasarkan hasil analisis dari 20 data, terdapat 6 data dengan 6 penanda bentuk futsuukei, 4 data dengan 3 penanda bentuk sonkeigo, 2 data dengan 3 penanda bentuk kenjougo, dan 8 data dengan 6 penanda bentuk teineigo. Faktor sosial yang melatarbelakangi, yaitu ningen kankei (hubungan antara penjual dan pembeli), nenrei (usia), dan ba (tempat).
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research analyzes keigo usage in buying and selling interactions in Japan. Keigo is an expression of respect used by the speaker for listeners based on social status and the level of others' familiarity. The purpose of the research is to describe the speech form used by the seller to the buyer on the interaction of buying and selling and the underlying social factors. This type of research is descriptive qualitative. Data and data sources used natural conversation contains of futsuukei and keigo expressions which are taken from reality shows, documentaries, and videos which potray the real lives of Japanese. Data collection technique used observation and writing technique. Based on the result of analysis from 20 (twenty) data, there are 6 (six) data with 6 (six) marker from the forms of futsuukei, 4 (four) data with 3 (three) marker from the forms of sonkeigo, 2 (two) data with 3 (three) marker from the forms of kenjougo, 8 (eight) data with 6 (six) marker from the forms of teineigo. The underlying social factors are namely ningen kankei (relationship between seller and buyer), nenrei (age), ba (place).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save