Home
Login.
Artikelilmiahs
24055
Update
ESTI CAROLINA
NIM
Judul Artikel
Penampilan Fenotipe Tiga Varietas Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Hasil Induksi Kolkisin pada Konsentrasi 0,25% dan 0,5%
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh konsentrasi kolkisin terhadap penampilan fenotipe tanaman kentang, (2) konsentrasi kolkisin terbaik sehingga menunjukkan adanya perubahan penampilan fenotipe tanaman kentang, dan (3) varietas kentang yang memiliki respon terbaik terhadap pemberian kolkisin. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2018 sampai dengan Juli 2018 di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara pada ketinggian 1.663 m dpl. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi larutan kolkisin dengan tiga taraf, yaitu 0%, 0,25%, dan 0,5%, sedangkan faktor kedua adalah varietas kentang yang digunakan, yaitu Granola L, Tedjo MZ, dan RGH. Variabel kuantitatif yang diamati meliputi persentase tanaman hidup, tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, luas daun, jumlah umbi, diameter umbi, dan bobot umbi. Variabel kualitatif yang diamati meliputi umur panen, kebiasaan tumbuh, susunan daun, warna daun, warna batang, bentuk batang, bentuk umbi, dan warna daging umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) induksi kolkisin memberikan hasil yang beragam terhadap penampilan fenotipe tanaman kentang, (2) Pemberian konsentrasi kolkisin 0,25% memberikan hasil terbaik pada variabel tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, jumlah daun, diameter umbi, dan bobot umbi. Pemberian konsentrasi kolkisin 0,25% dan 0,5% mengubah susunan daun varietas RGH dari terbuka menjadi sedang dan mengubah warna daun varietas Granola L dan RGH menjadi lebih gelap, dan (3) Klon varietas Granola L memberikan respon terbaik pada variabel jumlah daun, klon varietas Tedjo MZ memberikan respon terbaik pada variabel diameter umbi, dan klon varietas RGH memberikan respon terbaik pada variabel tinggi tanaman pada induksi kolkisin 0,25%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aimed to know: (1) the effect of colchicine on the phenotype performance of potato, 2) the best concentration that shows changes phenotype performance, and 3) varieties that show the best response to colchicine. This research was carried out from February until July 2018 in Pekasiran village, Batur district, Banjarnegara Regency at an altitude of 1,663 m above the sea levels. This research used a Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors. The first factor was concentration of colchicine with three levels: 0%, 0,25%, and 0,5%, and the second factor was potato varieties: Granola L, Tedjo MZ, and RGH. Quantitative variables observed were alive plant percentage, plant height, stem diameter, number of leaves, leaf area, number of tubers, diameter of tuber, and weight of tubers. Qualitative variables observed were harvesting time, growth habit, leaf arrangement, leaf color, stem color, stem shape, tuber shape, and tuber flesh color. Results of the research showed that: (1) induction of colchicine given variety results on phenotype performance of potato, (2) colchicine 0,25% had the best result on plant height, stem diameter, leaf area, number of leaves, diameter of tuber, and weight of tubers; colchicine 0,25% and 0,5% changed the arrangement of RGH leaves from open to intermediate and changed the color of Granola L and RGH leaves to darker, and (3) Granola L clone given the best response on number of leaves; Tedjo MZ clone given the best response on stem diameter; and RGH clone given the best response on plant height in colchicine induction 0,25%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save